Tokoh Papua yang Bicara di Istana Ternyata Ketua Timses Jokowi-Maruf

oleh -49 views
Link Banner

Porostimur.om | Jakarta: Salah satu tokoh Papua yang diundang ke Istana rupanya pernah ikut dalam tim sukses Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019. 

Dia adalah Abisai Rollo yang menjabat Ketua DPRD Kota Jayapura.

Saat pilpres lalu, ia menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf untuk Kota Jayapura.

“Iya ketua timses,” kata Abisai saat dikonfirmasi wartawan usai pertemuan dengan Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Saat pertemuan dengan Jokowi, Abisai menjadi satu-satunya tokoh yang diberi kesempatan bicara mewakili 60 tokoh Papua lain.

Siapa Abisai Rollo? Sumbang 10 Hektare Tanah untuk Istana Presiden di Papua, Terinspirasi Soekarno
Eks Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf untuk Kota Jayapura, Abisai Rollo, diundang ke Istana, Selasa (10/9/2019). 

Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan memperkenalkan Abisai sebagai ketua rombongan.

“Kami mohon dari ketua rombongan kakak Abisai Rollo untuk bisa menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kedatangan ini,” kata Budi Gunawan saat membuka pertemuan.

Dalam sambutannya, Abisai menyampaikan sembilan permintaan kepada Presiden Jokowi dan pemerintah pusat.

Baca Juga  Nekat Pulang ke Sanana, 3 Penumpang Reaktif Covid-19 Diturunkan Dari Kapal

Namun, permintaan itu tak banyak yang berkaitan langsung dengan gejolak dan kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua beberapa waktu lalu.

Satu-satunya yang berkaitan adalah permintaan agar pemerintah membangun asrama mahasiswa di tiap kota dan menjamin keamanan mahasiswa Papua.

Kerusuhan beberapa waktu lalu itu memang dipicu adanya perlakuan rasisme oleh sejumlah masyarakat dan oknum aparat kepada mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

“(Permintaan) keempat, pembangunan asrama nusantara di seluruh kota studi dan menjamin keamanan mahasiswa Papua,” kata Abisai.

Selebihnya, Abisai menyampaikan permintaan yang tak berkaitan langsung dengan kerusuhan di Papua dan cenderung bisa dipenuhi dalam jangka waktu lama, misalnya, ia meminta ada pemekaran wilayah Papua, revisi UU Otonomi Khusus, hingga membangun Istana Presiden di Jayapura.

Abisai pun rela menyumbangkan 10 hektare lahan kepada negara untuk dibangun Istana. 

Baca Juga  Liverpool Vs Wolves - Di Depan Suporter, Klopp Bahagia dan Merinding

“Saya Abisai Rollo menyumbangkan kepada negara tanah 10 hektare untuk dibangun Istana Presiden RI sehingga perjalanan presiden bukan hanya berkunjung tapi berkantor di Papua,” kata Abisai.

Setelah Abisai menyampaikan permintaan mewakil para tokoh Papua yang hadir, Jokowi pun memberi tanggapan.

Ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Kota Jayapura, Abisai Rollo, memberikan keterangan pers. (BumiPapua.com/Liza Indriyani)

Untuk sebagian poin permintaan yang disampaikan, Jokowi mengaku akan mengkajinya. Namun, ada juga yang langsung ia setujui seperti pembangunan Istana Presiden di Papua.

Pertemuan dilanjutkan dengan makan siang dan foto bersama. Setelah pertemuan selesai, Abisai kembali ditunjuk mewakil tokoh Papua untuk jumpa pers di hadapan media.

Ia ditanya wartawan mengenai solusi jangka pendek yang bisa dilakukan untuk meredam gejolak di Papua.

Politisi Partai Golkar ini pun menyebut pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam waktu sebulan terakhir ini sudah tepat, misalnya pemblokiran internet yang sampai saat ini masih dilakukan di enam wilayah di Papua, ia menilai hal tersebut sudah tepat dilakukan untuk meredam hoaks.

Baca Juga  BPS diduga tampung ratusan karung sianida

“Pemblokiran internet itu bagi saya hal yg wajar karena selalu ada hoaks menyebar. Dikatakan 300 orang pulang, ada ular di (asrama mahasiswa Papua di) Surabaya, itu diblok supaya tidak berkembang hoaks di Papua,” kata Abisai.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati menyebut, status Abisai yang merupakan eks timses Jokowi hanya kebetulan.

Ia menegaskan, pihak Istana tidak memilih-milih tokoh yang diundang dari sikap politiknya di pilpres lalu.

“Ya saya rasa mungkin kebetulan saja ya. Enggak mungkinlah dalam konteks sekarang Bapak hanya mengundang yang sudah mendukung beliau. Pasti kan semua yang adalah, harusnya demikian. Ini kebetulan saja mungkin,” ujar dia. (red)