Tol Laut Maluku dan Papua Terindikasi Penuh Monopoli

oleh -112 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menemukan indikasi monopoli Tol Laut ternyata tak hanya di kawasan Maluku. Di Papua, hal serupa juga terjadi.

“Rata-rata laporannya karena di sana pengirimannya paling besar. Di Maluku dan Papua karena pengirimannya paling besar. Kan trayek paling banyak di sana,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Wisnu Handoko, di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Dia menyebut, saat ini ada 4 daerah yang disinyalir terjadi monopoli bisnis layanan tol laut, antara lain Namleya di Kabupaten Buru, Maluku, juga di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Selanjutnya Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Terakhir, di Wasior Kecamatan Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat.

Baca Juga  Tradisi itu Diciptakan

Daerah-daerah tersebut selama ini dilayani trayek Tol Laut sebagai berikut:

  • Tanjung Perak-Tenau-Saumlaki-Dobo-Tanjung Perak
  • Saumlaki-Larat-Teba-Moa-Kisar-Kalabahi-Saumlaki 
  • Tanjung Perak-Wanci-Namlea-Namrole-Tanjung Perak
  • Tanjung Priok-Makassar-Manokwari Wasior-Nabire-Serui-Biak

Terkait penindakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Kemenhub akan mendatangi kantor KPPU di Surabaya.

“Saya rapat dengan KPPU besok Sabtu, bagaimana cara menanganinya,” imbuhnya.

Kini, Kemenhub telah menyiapkan data yang dibutuhkan. Dia enggan menyebutkan swasta mana yang terindikasi melakukan monopoli.

“Sistemnya kita lihat dulu. Ini kesalahannya kalau memang dia hanya ada toko yang paling besar di situ belum tentu salah juga. Kalau cuma tokonya dia doang kan harus dicari perbaikannya ke depan agar yang bersangkutan nggak melakukan itu,” katanya. (red/rtl/cnbc)