Tolak Keras Kenaikan BPJS, Anak Buah Megawati: Rakyat Sedang Terhimpit

oleh -173 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning mendesak Presiden Jokowi membatalkan rencananya menaikan kembali iuran BPJS Kesehatan yang sempat dibatalkan MA.

Alasannya kata dia, kebijakan tersebut malah makin menyusahkan rakyat yang saat ini sedang terhimpit dan kebingungan akibat pandemi Covid-19.

“Masalah BPJS naik, aku jelas tidak setuju ya. Baik sebagai pribadi, sebagai Fraksi PDIP, maupun sebagai Komisi IX. Apalagi pada situasi Covid-19 ini, rakyat sangat terjepit. Rakyat sedang dikasih sembako, hanya senang sesaat. Namun, rakyat justru sedang bingung dan terhimpit,” ujarnya, Kamis (14/05).

Dia menegaskan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sudah sangat jelas ditentang seluruh anggota DPR RI, termasuk Ketua DPR RI, Puan Maharani. Hal itu ditegaskan dalam rapat gabungan yang sudah beberapa kali digelar.

Sejauh ini kata dia, DPR RI satu napas dengan keputusan Mahkamah Agung yang menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Baca Juga  Lagu Baru Avril Lavigne Picu Kemarahan Penggemar Kristiani

“Pemerintah sensitif deh, ini kan sebenarnya tinggal mengeksekusi hasil keputusan MA aja. Kenapa sih mesti harus naik? Kalau perlu, malah tidak dinaikkan bahkan dibebaskan seperti pajak dibebaskan, ya bensin untuk ojol aja bisa 50 persen, 30 persen,” tambahnya.

Sebelumnya seperti melansir suara.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan. Kenaikkan iuran BPJS Kesehatan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2020.

Kenaikkan lembali iuran BPJS Kesehatan itu setelah Jokowi menandatangani Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam Perpres tersebut, disebutkan jika Iuran BPJS Kesehatan Kelas I naik menjadi Rp 150.000. Kelas II naik menjadi Rp 100.000 dan Kelas III menjadi Rp 35.000.

Baca Juga  Roberto Carlos Puji Tiga Pemain Muda Madrid asal Brasil

Sebelum dinaikkan lagi, iuran BPJS Kesehatan sempat dinaikkan lalu dibatalkan

Perlu dicatat, mengacu pada Peraturan Presiden 82 tahun 2018, iuran BPJS Kesehatan kelas I sebesar Rp 80.000, kelas II Rp 51.000 dan kelas III Rp 25.500.

1 Januari 2020 iuran BPJS dinaikkan

Pada awal tahun 2020, iuran BPJS dinaikkan. Hal tersebut berdasarkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019.

Dalam Perpres disebutkan iuran peserta Kelas I dinaikkan menjadi Rp 160.000. Kelas II dinaikkan menjadi Rp 110.000. Kelas III dinaikkan menjadi Rp 42.000.

1 Mei 2020 iuran BPJS diturunkan

Iuran BPJS diturunkan mengacu pada Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020, yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019.

Baca Juga  Selasa Besok, PDIP Umumkan Cakada Tahap III

Dari putusan tersebut, iuran BPJS Kesehatan per 1 Mei 2020 ini diturunkan. Mengacu pada Peraturan Presiden 82 tahun 2018, iuran BPJS Kesehatan kelas I turun menjadi sebesar Rp 80.000, kelas II Rp 51.000 dan kelas III Rp 25.500 (red/rtm/ljc)