TPK Hotel Bintang di Malut pada September 2020 sebesar 25,83 persen

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Maluku Utara pada September 2020 sebesar 25,83 persen atau naik sebesar 9,47 poin bila dibandingkan Agustus 2020 yang sebesar 16,37 persen.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada September 2020 adalah sebesar 1,42 hari, turun 0,35 poin
dibanding dengan bulan sebelumnya.

Hal ini dikatakan Kepala BPS Maluku Utara Atas Parlindungan Lubis melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Porostimur.com, Kamis) 5/11/2020)

Lubis menjelaskan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Maluku Utara pada September 2020 sebesar 25,83 persen atau turun sebesar 32,44 poin bila dibandingkan September 2019 yang sebesar 58,27 persen.

Link Banner

Sedangkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang September 2020 naik sebesar 9,47 poin jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2020 yang sebesar 16,37 persen.

Baca Juga  Rumah Zakat Bantu Air Bersih untuk Pengungsi di Tial

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu mancanegara di hotel bintang pada September 2020 di Maluku Utara sebesar 2,62 hari.

Sedangkan rata-rata lama menginap Tamu Nusantara hotel bintang
September 2020 sebesar 1,42 hari atau turun 0,36 poin dibanding Agustus 2020 sebesar 1,77 hari.

“Secara keseluruhan rata-rata lama menginap Tamu Mancanegara dan Nusantara di hotel bintang pada September 2020 adalah sebesar 1,42 hari atau turun 0,35 poin dibanding dengan bulan
sebelumnya yang sebesar 1,77 hari,” ungkapnya.

Lubis menambahkan, pada bulan September 2020 jumlah tamu mancanegara yang datang di Maluku Utara dan
menggunakan fasilitas akomodasi hotel bintang sebanyak 13 orang.

Sedangkan jumlah tamu nusantara yang datang di Maluku Utara dan menggunakan fasilitas akomodasi hotel bintang pada
September 2020 sebanyak 2.797 orang atau naik sebesar 41 persen dibanding jumlah tamu nusantara Agustus 2020 yang sebanyak 1.977 orang, dan jika dibandingkan dengan September 2019
mengalami penurunan sebesar 58 persen. (red)