Trotoar Ambon Belum Ramah bagi Pejalan Kaki dan Penyandang Disabilitas

Porostimur.com | Ambon: Sejumlah trotoar di jalan protokol Kota Ambon belum ramah bagi pejalan kaki, terutama bagi penyandang disabilitas.

Pantauan porostimur.com di trotoar Jalan Sultan Khairun, Selasa (3/12/2019) siang, tinggi trotoar di atas 10 cm atau di atas standar yang ditentukan.

Ada juga tiang rambu lalulintas yang berada di garis guiding blocks atau pemandu bagi penyandang tunanetra, serta pohon dan pot bunga yang berada di atas trotoar.

Ada pula guiding blocks yang terhalang oleh tiang listrik. Belum lagi trotoar yang tiba-tiba terputus karena adanya pintu masuk ke sejumlah instansi pemerintah.

Di ruas jalan Said Perintah, sejumlah guiding blocks berada dalam kondisi memprihatinkan karena diletakkan dalam posisi yang salah, sehingga membahayakan penyandang disabilitas.

“Memang banyak yang terputus, itu dulu sudah nyambung dan sekarang sudah hilang. Ada yang terkelupas, ditaruh sembarangan dengan posisi tidak benar, bahkan ada yang langsung diarahkan ke got,” kata Alfred salah seorang warga yang ditemui porostimur.com di jalan Anthony Rhebok.

Hal yang sama juga bisa ditemui di sebagian besar trotoar yang ada di ruas jalan-jalan utama Kota Ambon.

Kondisi yang lebih parah terjadi di kawasan pasar Mardika dan pasar Batumerah, dimana trotoar telah dialih fungsikan sebagai tempat jualan sayur-mayur dan ikan.

Oleh karena itu, Alfred berharap Pemerintah Kota Ambon secepatnya membangun dan merevitalisasi trotoar untuk lebih ramah dan nyaman bagi pejalan kaki, terutama penyandang disabilitas.

“Kita ingin hak penyandang disabilitas sama seperti pengguna trotoar lainnya seperti bisa masuk gedung, mal, terminal, dan stasiun. Nah, itu harus segera dibuat,” tutur Alfred. (angel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: