Trump Ngotot Jadi Presiden Dan Pimpin Demo, Ibu Kota AS Terancam Dikepung Unjuk Rasa Liar

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih belum menerima kekalahannya dari Joe Biden di Pilpres AS. Ia bahkan mengumumkan akan memimpin pidato di depan para pendukungnya yang akan memprotes kemenangan pasangan Joe Biden dan Kamala Harris.

Rencananya, pidato itu akan dilakukan Trump di ibu kota AS, Washington DC pada Rabu (6/1) waktu setempat. Hal ini diumumkan dalam akun Twitter orang nomor satu di dunia ini. Ia turut mengajak para pendukungnya untuk datang dan menjanjikan demonstrasi di dekat Gedung Putih.

Saya akan berpidato di SAVE AMERICA RALLY besok di ELLIPSE pukul 11.00 waktu lokal,” kata Trump melalui kicauan di Twitter, Selasa (5/1). “Datang lah lebih awal.”

Baca Juga  Diduga Oknum Dokter RSUD Chasan Boesoirie Lalai atas Meninggalnya Pasien BPJS, Aliansi Indonesia Ancam Boikot Kantor RSUD

Dilansir dari AFP, Trump juga akan menyerukan protes atas sertifikasi oleh Kongres tentang kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih Amerika. Ia masih ngotot menjadi presiden dengan membuat klaim adanya kecurangan yang berulang dan tidak berdasar di negara-negara bagian di mana dia dikalahkan Biden.

Namun, gugatan Trump ini telah ditolak oleh sejumlah pengadilan negara bagian tersebut. Kendati demikian, ia dinilai sukses menabur keraguan mengenai kemenangan Biden diantara pendukungnya dari Partai Republik.

Hal ini terbukti dari banyak pendukungnya yang berkumpul di dekat Gedung Putih sejak hari Selasa (5/1). Sontak, pidato protes Trump dapat berpotensi memicu demo liar pada hari ini. Sebagian besar wilayah pusat kota Washington DC telah ditutup.

Baca Juga  Mahasiswa Makassar Tuntut Jokowi Mundur

Selain karena pandemi virus corona, penutupan dilakukan demi mencegah terulangnya kekerasan yang mengguncang kota itu seperti protes keadilan rasial tahun lalu. Pihak kepolisian setempat bahkan telah memperingatkan para pendukung Trump untuk tidak membawa senjata tajam atau pistol dalam aksi unjuk rasa.

Sementara itu, beberapa anggota DPR dan Senat dari Partai Republik telah mengisyaratkan mereka keberatan untuk mensertifikasi suara di beberapa negara bagian yang dimenangkan oleh Biden, yang berpotensi memaksa persidangan hingga larut malam. Mereka juga telah mengaku peluang untuk membalikkan keadaan hampir mustahil. (red/wowkeren)