Porostimur.com, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dirinya telah memperingatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar tidak memperluas konflik dengan Iran. Trump bahkan menegaskan Israel berpotensi menghadapi Iran sendirian jika tetap melanjutkan eskalasi militer.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam percakapan telepon dengan jurnalis Channel 12, Barak Ravid, yang kemudian dikutip media Axios, Selasa (9/6/2026).
“Saya berkata, ‘Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian’,” ujar Trump.
Upaya Redam Eskalasi
Trump mengklaim bahwa Washington hanya diberi tahu di menit-menit terakhir terkait serangan Israel ke Iran, bahkan saat rudal sudah dalam perjalanan. Meski demikian, ia menyebut berhasil membatasi skala serangan tersebut.
Dalam percakapan dengan Netanyahu, Trump juga meminta agar Israel tidak merespons serangan rudal balistik Iran dengan langkah militer lanjutan.
Sejumlah pejabat senior AS yang ikut memantau percakapan tersebut menilai Trump berhasil membujuk Israel untuk menunda aksi balasan selama beberapa hari. Penundaan itu dinilai penting agar jalur diplomasi antara Washington dan Teheran tetap terbuka.
Netanyahu Tetap Pilih Serangan
Namun demikian, laporan Channel 12 menyebutkan bahwa setelah percakapan tersebut, Netanyahu tetap menggelar konsultasi dengan pejabat keamanan Israel.









