Tugas Binter, Babinsa Pulau Romang akrabi medan berat

oleh -42 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Beratnya medan yang harus ditempuh untuk memberikan materi/pembekalan kepada siswa SDN Hila, Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), bukan satu tantangan berarti bagi seorang Ruslin.

Pasalnya, tujuan utama membentuk karakter generasi muda yang cinta akan bangsanya sendiri dan mampu menunjukkan sikap bela negara, selalu terbayang di benak tentara berpangkat Sersan Dua (Serda) ini, tatkala memulai perjalanan panjang nan melelahkan itu.

Saat dikonfirmasi wartawan, dari Ambon, Kamis (23/11), Ruslin yang merupakan aparat organik Koramil 1507-05/Wonreli, Komando Distrik Militer (Kodim) 1507/Saumlaki, mengakuinya.

(Upaya babinsa memotivasi siswa tingkatkan semangat belajar )

Menurutnya, upaya dimaksud bertujuan memotifasi siswa sejak dini, sehingga merekapun mampu berlaku sopan kepada orang tua maupun guru, maupun meningkatkan semangat belajar mereka.

Selain itu, akunya, upaya dimaksud juga bagian dari rangkaian tugas selaku seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai unsur pelaksanan Komando Rayon Militer (Koramil), yaitu melakukan Pembinaan Teritorial (Binter) di wilayah pedesaan/kelurahan.

Baca Juga  Bang Bahar Resmi Dianugerahi Warga Kehormatan Kota Ambon

Binter sendiri, tegasnya, sangat dipengaruhi oleh kemampuan Babinsa, khusus pada era reformasi seperti saat ini.

Untuk itu, koordinasi dengan aparat terkait di desa/kelurahan seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, selalu diintensifkan, sehingga tugas yang diembannya pun bisa berhasil.

Diakuinya, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Babinsa akan lebih sering disibukkan dengan berbagai macam masalah yang menyangkut sosial (kemasyarakatan).

Karenanya, kemampuan para Babinsa masih perlu ditingkatkan lagi, seperti pendidikan khusus bidang teritorial, maupun penataran-penataran dan peningkatan kapasitas dalam bentuk lainnya.

Khusus untuk binter yang dilakukannya di Desa Hila, jelasnya, harus melalui perjalanan laut selama 4 jam.

Begitupun untuk Dusun Oirleli, akunya, harus ditempuhnya dengan berjalan kaki menempuh medan yang tak bersahabat selama 3,5 jam.

Baca Juga  Poltek Negeri Ambon akan Ubah Nama dari PDD Menjadi PSDKU
(foto : Korem 151 binaya)

”Ini adalah tugas yang diberikan oleh satuan kepada saya, dan saya harus menjalankannya dengan penuh rasa tanggung jawab,” pungkasnya. (Amy Latuny)