Tujuh Penumpang KLM Garuda Jaya Masih Hilang, Basarnas Palu Nyatakan Pencarian Ditutup

oleh -77 views
Link Banner

Porostimur.com | Bangggai: Upaya pencarian terhadap penumpang Kapal Layar Motor (KLM) Garuda Jaya GT 22 rute Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng)-Taliabu, Maluku Utara yang karam pada Sabtu (24/8/2019) dinyatakan berakhir setelah memasuki hari ketujuh.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu, Basrano mengatakan, mulai Jumat pagi kembali dilakukan pemantauan terhadap tujuh orang penumpang KLM Garuda Jaya yang belum ditemukan, namun hingga sore pukul 17.00 Wita belum membuahkan hasil.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban. Dengan demikian operasi pencarian dan pertolongan KLM Garuda Jaya ditutup hari ini,” kata Basrano kepada sejumlah jurnalis, Jumat (30/8).

Ia mengatakan, berdasarkan aturan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, penghentian operasi pencarian dan pertolongan dilakukan setelah pelaksanaan operasi tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Link Banner

Namun katanya, upaya pemantauan terus dilaksanakan terhadap ketujuh korban.
“Jika ada indikasi penemuan, maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” kata orang pertama di Kantor Basarnas Palu itu.

Baca Juga  Ketua KNPI Kepulauan Sula Kecewa, Kepala Bappeda Tak Hadiri Kegiatan Dialog

Sebelumnya operasi pencarian terhadap KLM Garuda Jaya telah dilakukan sejak laporan itu diterima pada 24 Agustus 2019. Kapal rute Luwuk ke Pelabuhan Taliabu itu bermuatan 14 orang.

Lima orang ditemukan oleh tim SAR gabungan di Pulau Sonit dan dua orang lagi ditemukan oleh KM Manalagi 01 di antara perairan Kepulauan Banggai dan Taliabu, Maluku Utara. Jadi jumlah korban yang ditemukan selamat tujuh orang dan hilang tujuh orang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang turut melakukan pencarian terhadap penumpang KLM Garuda Jaya,” pungkas Basrano. (RTL/red/BP)