@Porostimur.com | Ambon : Acara peringatan HUT Bhayangkara di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Rabu (10/7), dipungkasi dengan pemusnahan minuman keras (miras) jenis sopi hasil operasi institusi penegakan hukum dimaksud.
Turut hadir dalam peringatan dimaksud, Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach dan Ketua DPRD MBD, Chau Petrus.
Bahkan dalam siaran langsung media sosial Facebook, Oyang Noach, sapaan akrab Bupati MBD saat ini, bersama-sama dengan Chau Petrus, menumpahkan miras ke tanah sebagai bentuk penegakan pemberantasan peredaran miras.

Sayangnya, aksi kedua pentolan kepemimpinan MBD ini menuai kritikan salah satu putra asli MDB sendiri, Drs Barnabas Orno.
Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Rabu (10/7), Orno menyampaikan penyesalan atas tindakan keduanya dari sisi moral.
Pasalnya, selaku anak daerah keduanya tidak seharusnya menumpahkan miras tradisional yang cenderung menjadi mata pencaharian masyarakat setempat.
Terlebih, sopi ini menjadi salah satu komoditas adat pada beberapa wilayah di Maluku, termasuk di MBD sendiri.
”Saya tadi melihat di Facebook. Penegak hukum itu tumpas sopi, itu biasa dan wajar. Tapi, seorang bupati dan seorang ketua DPRD, anak MBD yang lahir dari keringat itu, kemudian beliau berdua jadi orang, dengan sikap begitu, sangat disayangkan,” ujarnya.




