UMP Maluku Utara Naik 8,51 Persen

oleh -22 views
Link Banner

Porostimur.com | Sofifi: Dewan Pengupahan dan Disnaker (Dinas Ketenagakerjaan) menyepakati Upah Minimum Provinsiatau UMP Maluku Utara(Malut) tahun 2019 naik 8,51 persen dari UMP tahun 2017. Kesepakatan ini dilakukan dalam rapat yang dilaksanakan di Royal Resto, Ternate Rabu (30/10/2019).

Perwakilan Dewan Pengupahan, Nahu Daud menyampaikan, kenaikan UMP tersebut berdasarkan perintah Menteri Ketenagakerjaan.”Kita dari Dewan pengupahan dan Nakertrans sepakati kenaikan UMP,” kata Nahu kepada TIMES Indonesia, Kamis (31/10/2019).

Dengan kesepakatan tersebut maka, UMP naik sebesar 5,81 persen atau Rp 213,439. Sebelumnya, UMP hanya Rp 2.508.091 dan saat ini disepakati naik menjadi Rp 2.721.530.

Kenaikan UMP sebesar Rp 2.721.530 tersebut karena upah sejumlah pekerjaan ikut dinaikan. Yakni Pertanian umumnya perhutanan, pertambangan dan galian, industri pengolahan, listrik, gas dan air, bangunan, perdagangan, hotel, penginapan dan restoran, angkutan, penggudangan dan komunikasi serta jasa keuangan perbankan dan lembaga lainnya. “Rata-rata naik 8,51 persen,” terangnya.

Link Banner

Kenaikan UMP ini akan disampaikan ke Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba (AGK) untuk disahkan dan ditindaklanjuti ke pusat.”Selanjutnya tinggal disahkan Gubernur untuk ditindaklanjuti ke pusat,”tukasnya.

Baca Juga  Sambut HUT ke-72 Bhayangkara, Polda Maluku gelar donor darah

Sementara Kabid PHI dan Pengawasan Nakertrans Malut, Abujan And Latif menyatakan, hasil kesepakatan UMP Maluku Utaratersebut dalam waktu dekat akan disampaikan ke Gubernur. “Minggu ini akan kita sampaikan ke pak Gubernur,” ucapnya. (red/adhy/zul)