UNBK tingkat SMA, listrik dan internet 3 daerah terganggu

oleh -62 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Senin (1/4), menjadi ajang mengasah dan menguji keterampilan, kompetensi dan wawasan para siswa pada tingkat SMA maupun SMK dan sederajat.

Pasalnya, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Berbasis Kertas Pensil (UNKP) secara serentak di Indonesia, termasuk Maluku di dalamnya.

Secara keseluruhan, peserta UNBK dan UNKP di Maluku berjumlah 22.699 siswa.

Jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK sebanyak 325 sekolah, sedangkan 21 sisanya masih menyelenggarakan Ujian Nasional dengan cara UNKP.

Khusus untuk SMAN 11 Ambon yang berlokasi di Galunggung-Batu merah Ambon, jumlah siswa peserta UNBK sebanyak 548 siswa, yang akan dilayani dengan 200 unit komputer.

Di SMAN 11 Ambon inilah Pelaksana harian (Plh) Gubernur Maluku, Drs. Hamin Bin Thahir, menekan token UNBK sebagai tanda dimulainya UNBK secara serentak di Maluku.

Baca Juga  Cawabup No 02 Hadiri Undangan Akad Nikah di Desa Hidayat

Dan memungkasi pembukaan UNBK ini, Thahir langsung menuju Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku guna menyaksikan langsung teleconferrence UNBK maupun UNKP yang berlangsung pada 11 kabupaten/kota di Maluku.

Saat melakukan teleconference, ternyata ada 3 daerah yang mengalami gangguan jaringan yakni Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Dimana, di Kecamatan Waisala, gangguan jaringan internet menyebabkan suara Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang sedang melaporkan jalannnya UNBK, terdengar kurang jelas.

Selain gangguan jaringan, ada juga gangguan aliran listriuk di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Mirisnya, seluruh kecamatan ini terjadi pemadaman lampu saat berlangsungnya UNBK.

Baca Juga  Jenderal Bintang Dua Lapor Diri di Kelurahan Nusaniwe

Namun kondisi ini berhasil diatasi dengan menggunakan mesin genset sebagai suplay energy listrik.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan atas kondisi ini, Thahir pun menyampaikan kekecewaannya.

Menurutnya, saat video conferrence, terbukti bahwa jaringan lemah terjadi pada beberapa kabupaten, dengan kualitas suara dan gambar buruk dan sulit diterima.

Kekurangan dimaksud, tegasnya, bakal menjadi evaluasi dan diperbaiki.

”Suaranya tidak jernih ada gangguan jaringan,” sesalnya.

Dalam sesi video conference, tegasnya, pihaknya pun sengaja menghadirkan General Manager Witel PT Telkom Wilayah Maluku, Haris Setyawan dan Plh Manager Sub Bagian Pengendalian Operasi Distribusi PLN Wilayah Maluku, Yoyon Harriyanto.

Hal ini dimaksudkan agar kedua pemimpin pada instansi yang berwenang ini bisa menyaksikan langsung kendala koneksi internet dan listrik pada ketiga wilayah dimaksud.

Baca Juga  Kunjungi Pasien Covid-19 di Asrama BPSDM, Kapolda Maluku Beri Suport dan Bagikan Sembako

”Saya kira mereka sudah dengar kekurangan yang dialami oleh sekolah baik terkait jaringan internet maupun PLN di kabupaten dan kota di Maluku,” tegasnya.

Terpisah, Setyawan dalam keterangannya kepada wartawan, menjelaskan bahwa untuk Kabupaten MBD, koneksi internetnya masih menggunakan satelit, dengan kapasitas yang masih sangat terbatas.

Sementara kendala gangguan di Kabupaten Buru dan Kecamatan Waisala, akunya disebabkan lokasi sekolah yang jauh, serta cuaca buruk.

Senada, Harriyanto juga menjelaskan bahwa untuk masalah jaringan listrik pihaknya sudah mengantsipasinya.

Yakni, dengan menempatkan 2 petugas PLN pada masing-masing sekolah.

”Merekalah yang akan mengatasi, apabila terjadi gangguan ataupun ada kerusakan di sekolah itu,” pungkasnya. (keket)