Selain itu, Trump juga melontarkan serangan verbal terhadap anggota Kongres AS, Ro Khanna, dengan menyebutnya menggunakan istilah bernada merendahkan.
Greenland Kembali Jadi Sorotan
Isu Greenland kembali mencuat sejak awal masa jabatan kedua Trump pada 2025. Meski pemerintah Denmark dan otoritas Greenland berulang kali menolak wacana pengambilalihan wilayah tersebut oleh AS, pembicaraan tertutup disebut masih berlangsung.
Utusan khusus Trump untuk Greenland, Jeff Landry, bahkan baru-baru ini mengunjungi Nuuk dan menyoroti potensi besar sumber daya energi di wilayah tersebut.
“Greenland butuh kesepakatan,” ujar Landry dalam wawancara dengan media, merujuk pada peluang eksplorasi energi yang dinilai menguntungkan bagi Amerika Serikat dan Eropa.
Picu Perdebatan Publik
Serangkaian unggahan berbasis AI ini memicu perdebatan luas, terutama terkait etika penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam komunikasi politik serta potensi dampaknya terhadap opini publik dan stabilitas geopolitik.
Langkah Trump dinilai sebagian pihak sebagai strategi komunikasi baru yang provokatif, sementara pihak lain melihatnya sebagai tindakan yang berisiko memperkeruh situasi politik global.
(red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










