Uni Eropa Ingin Garap Potensi Investasi dan Perdagangan di Maluku

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Uni Eropa berharap bisa menggarap potensi investasi dan perdagangan yang ada di Provinsi Maluku. Apalagi saat ini sudah ada Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA) yang bisa meningkatkan kerja sama antar kedua pihak.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatakan Maluku sebagai salah satu provinsi di wilayah timur Indonesia tentunya memiliki banyak potensi untuk investasi maupun kerja sama perdagangan seperti di bidang perikanan maupun hasil rempah.

“Maluku sejauh ini adalah daerah paling timur di Indonesia yang kami kunjungi untuk mempromosikan bisnis dan kerja sama antara negara Indonesia dan Eropa,” kata dia dalam IEU CEPA Virtual Roadshow to Maluku di Jakarta, Senin, 14 Desember 2020.

Baca Juga  Puan Maharani Minta Forkopimda Sulut Jaga Ketenteraman dan Pulihkan Ekonomi Warga

Sebelum melakukan roadshow ini, para delegasi dari Indonesia dan Uni Eropa telah sama-sama melihat adanya peluang kerja sama yang win-win solution dari perjanjian IEU CEPA ini. Melalui forum ini juga diharapkan membuka pintu kerja sama yang lebih luas.

“Kita akan bersama-sama mencari berbagai peluang investasi, dengan bertemu perwakilan di Uni Eropa yang akan menjelaskan standar dan syarat yang akan memudahkan ekspor ikan dan rempah dari Maluku ini ke pasar Uni Eropa,” ungkap dia.

Rangkaian roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia ini merupakan kerja sama Kementerian Perdagangan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan Kamar Dagang Eropa di Indonesia (EuroCham) yang bertujuan untuk mempromosikan perdagangan dan investasi.

Baca Juga  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ahad, 16 Mei 2021

Vincent menambahkan, saat ini Indonesia belum menjadi mitra dagang terbesar Uni Eropa di ASEAN. Hanya 11 persen kerja sama perdagangan Uni Eropa yang masuk ke Indonesia, atau kalah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

“Sebenarnya potensinya untuk hubungan investasi dan perdagangan yang lebih baik lagi yang belum kita maksimalkan hari ini. Kita berharap perjanjian ini kita bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki Indonesia untuk hubungan kerja sama yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Maluku Murad Ismail mengajak para investor di Uni Eropa untuk menanamkan modalnya. Saat ini pemerintah provinsi dibantu dengan pemerintah pusat terus berupaya menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan agar bisa menunjang investor.

Baca Juga  Empat Negara yang Lolos Semifinal UEFA Nations League 2020-2021

“Saya mengajak para investor dan dunia usaha di Uni Eropa, mari ke Maluku untuk berinvestasi. Kami siap melayani para calon investor sesuai ketentuan yang berlaku. Kami tidak akan menghambat investor yang ingin berinvestasi di sini,” ujar dia.

(red/medcom)