Update Covid-19, Rabu 22 April: 7.418 Kasus, 913 Sembuh, 635 Meninggal

oleh -138 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan kabar duka dengan masih adanya pasien meninggal dunia setelah dinyatakan positif virus corona.

Menurut Yuri, ada penambahan 19 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir, berdasarkan data hingga Rabu (22/4/2020) pukul 12.00 WIB.

Dengan demikian, total ada 635 pasien Covid-19 yang tutup usia di Indonesia.

Hal ini dinyatakan Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Rabu sore.

“Kasus meninggal bertambah 19 orang, sehingga akumulasinya menjadi 635 orang,”  ujar Yuri.

Data pemerintah memperlihatkan bahwa penambahan pasien meninggal akibat Covid-19 terjadi di tujuh provinsi.

Penambahan terbesar pada 21-22 April 2020 terdapat di Jawa Tengah dengan 8 kasus kematian.

Baca Juga  Uskup Diosis Amboina Positif COVID-19, Pentahbisan Imam Ditunda

Kemudian, penambahan tercatat ada di Jawa Barat dengan 3 pasien, DKI Jakarta dengan 3 pasien, serta Jawa Timur dengan 2 pasien.

Berikutnya, masing-masing terdapat 1 penambahan pasien meninggal di Bali, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Dalam periode yang sama, Yuri juga menyatakan bahwa ada penambahan 71 pasien yang dinyatakan sembuh.

Penambahan ini menjadikan total pasien sembuh setelah dua kali pemeriksaan sebanyak 913 orang.

Adapun, hingga saat ini sudah ada 7.418 kasus Covid-19 di Indonesia, sejak kasus ini diumumkan untuk kali pertama pada 2 Maret 2020.

Jumlah itu disebabkan penambahan 283 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

“Penambahan kasus positif pada hari ini, untuk konfirmasi positif ada 283 orang, sehingga jumlahnya menjadi 7.418 orang,” ujar Yuri.

Baca Juga  Miris, Istri Kades dan BPD Dapat BLT Kemensos

Berdasarkan jumlah tersebut, maka persentase pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia sebesar 8,56 persen.

Dengan masih adanya penambahan kasus baru dan pasien meninggal, Yuri pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, dia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik atau pulang ke kampung halaman.

Sebab, saat ini banyak orang tanpa gejala yang mengidap Covid-19. Kontak dekat berpotensi terjadi yang menyebabkan penularan virus corona meluas.

“Jangan mudik, jangan bepergian. Sekali lagi, jangan mudik, jangan bepergian,” ujar Yuri. (red/rtm/kcm)