UPDATE: Kini Ada 9.771 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 260

oleh -106 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pemerintah menyatakan bahwa masih ada penambahan pasien positif virus corona yang menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah.

Berdasarkan data pemerintah hingga Rabu (29/4/2020) pukul 12.00 WIB, ada 260 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan hingga kini ada 9.771 kasus Covid-19 di Tanah Air, sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Pernyataan ini disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu sore.

“Kasus konfirmasi positif akumulasi sampai dengan saat ini adalah 9.771 orang,” ujar Yurianto.

Akan tetapi, pemerintah masih mengungkapkan kabar duka dengan penambahan pasien meninggal akibat Covid-19.

Ada penambahan 11 pasien Covid-19 yang meninggal dalam sehari. Ini menyebabkan jumlah total pasien Covid-19 yang tutup usia ada 784 orang.

Data pemerintah memperlihatkan bahwa penambahan 260 kasus terjadi di 23 provinsi. Penambahan tertinggi periode 28-29 April 2020 ada di DKI Jakarta dengan 90 kasus baru.

Lebih dari 2.200 PDP di Indonesia Meninggal dengan Gejala Virus Corona

Lebih dari 2.200 orang Indonesia meninggal dengan gejala COVID-19, tetapi mereka tidak dicatat sebagai korban penyakit akibat virus corona, demikian hasil studi yang dilakukan di 16 provinsi.

Tiga pakar medis mengatakan angka tersebut menandakan jumlah korban jiwa di Indonesia akibat virus corona kemungkinan akan jauh lebih banyak daripada angka resmi saat ini, yang telah mencapai lebih dari 770 orang.

Baca Juga  Limbah B3 Tambang Rakyat Kusubibi Capai Selat Pogo-pogo

Jumlah tes virus corona di Indonesia termasuk yang paling rendah di dunia, karenanya banyak pakar penyakit menular mengatakan sulit untuk mendapat angka penularan yang akurat.

Data dari 16 provinsi menunjukkan ada 2.212 kematian pasien dalam pengawasan (PDP) dengan gejala akut penyakit COVID-19.

Data didapatkan setiap harinya, atau setiap pekan, dari rumah sakit, klinik, dan pejabat yang mengawasi pemakaman.

Kantor berita Reuters kemudian mengolahnya dengan memeriksa situs resmi pemerintahan, berbicara dengan pejabat, dan meninjau laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Angka kematian sebanyak 2.212 ini adalah tambahan dari angka kematian lebih dari 690 orang yang sudah dinyatakan positif tertular virus corona di 16 provinsi dan secara resmi dicatat sebagai korban meninggal akibat pandemi virus corona.

Anggota tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, tidak membantah temuan Reuters.

Tapi ia menolak mengomentari angka kematian akibat virus corona di kalangan warga dengan status PDP.

Dia mengatakan banyak dari 19.897 orang PDP belum diuji, karena antrean panjang spesimen yang menunggu diproses di laboratorium yang saat ini kekurangan staf.

Baca Juga  Lukas Enembe Tunjuk Rifai Darus Jadi Jubir Gubernur Papua

Beberapa orang telah meninggal sebelum sampel mereka dianalisis, katanya.

“Jika ada ratusan sampai ribuan sampel yang perlu diuji, mana yang akan mereka prioritaskan? Mereka akan memberikan prioritas kepada orang-orang yang masih hidup,” kata Wiku kepada Reuters.

Sementara itu pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan mereka yang meninggal memiliki gejala seperti penyakit COVID-19 dan tak ada penyebab lain kematian.

“Saya yakin sebagian besar kematian PDP disebabkan oleh COVID-19,” ujar Pandu.

ABC Indonesia pernah memuat laporan di balik angka kematian Indonesia saat pandemi virus corona.

Di bulan Maret lalu diketahui jumlah pemakaman di DKI Jakarta naik, seperti yang diakui Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Data statistik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang membawahi pemakaman, mencatat ada 4.400 penguburan terjadi pada bulan Maret 2020.

Dari lebih dari 630 kematian, mereka tidak bisa memastikan jika seluruhnya adalah jenazah pasien yang tertular virus corona.

“Semua jenazah kami makamkan sesuai prosedur untuk COVID-19, yaitu menggunakan kantong dan dimasukkan ke dalam peti,” jelas Suzi Marsitawati, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Baca Juga  Mendagri Pesimis Tiga Daerah di Maluku Capai Target Vaksinasi 70 Persen

“Namun kami tidak berhak menyatakan bahwa jenazah itu positif COVID-19 atau tidak, karena tugas kami hanya memakamkan,” ujarnya awal April lalu.

Sejumlah ilmuwan Indonesia memproyeksikan angka kasus virus corona untuk bisa mengantisipasi situasi ke depan.

Hingga Rabu (29/04), tercatat ada lebih dari 9.500 kasus virus corona di Indonesia, dengan 210 tes yang sudah dilakukan per sejuta orang.

Sementara tes di Vietnam mencapai 10 kali lipat lebih tinggi dan Australia sudah melakukan 100 kali lebih banyak.

“Tingkat infeksi dan kematian yang sebenarnya lebih tinggi daripada data yang dilaporkan secara resmi karena tes kami masih sangat rendah dibandingkan dengan populasi,” kata Dr Iwan Ariawan, pakar epidemiologi lainnya dari Universitas Indonesia.

Daeng Faqih, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mendesak pemerintah untuk mengungkap jumlah PDP yang meninggal tetapi tidak dites virus corona.

Akhir pekan kemarin, kantor perwakilan WHO di Indonesia mengatakan kematian PDP tetap harus diungkapkan, meski pemerintah mengaku tidak pernah tahu jika angkanya harus dipublikasikan.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di dunia lewat situs ABC Indonesia. (red/rtm/kompas/etc)