URK

oleh -17 views
Link Banner

Oleh: Frieda Amran, Anthropolog, penulis dan pemerhati sejarah, bermukim di Belanda

Semua antropolog yang di tahun 1980an tugas belajar di Belanda wajib melakukan penelitian selama 1,5 bulan di pedesaan. Kami kebagian di provinsi Drenthe, di sebelah timur Belanda. Daerah ini terutama daerah pertanian dan sedikit peternakan sapi. Kami semua ke sana, kecuali satu orang, yaitu Munsi Lampe dari Universitas Hasanuddin. Munsi tertarik pada nelayan dan perikanan. Di Drenthe tak ada nelayan.

Jadi, Munsi penelitian di daerah nelayan dan perikanan di sebelah barat-laut Belanda. Ia pergi sendirian ke desa Urk. Itu tahun 1984.

Aku belum pernah ke sana. Misoa pun belum. Tetangga kami juga belum pernah. Entah siapa yang sudah pernah ke Urk, selain Munsi 🙂

Link Banner

Sabtu lalu, kami berangkat berlibur. Karena Corona, banyak orang Belanda berlibur di negeri sendiri. Nah, kami pun ikut-ikutan. Berlibur di dalam Belanda, bersama tetangga dan anak-anak mereka. Bersembilan menyewa satu rumah besar di tepi kanal.

Baca Juga  Stafsus Billy Mambrasar Tulis Biodata Samakan Jabatannya Setingkat Menteri

Setelah sekitar 1,5 jam bermobil dari provinsi Brabant (dusun kami), melewati ladang, ladang dan ladang, akhirnya kami tiba di sekitaran Ijsselmeer. Danau besar ini boleh dikata merupakan batas di antara provinsi Noord-Holland dan Friesland (provinsi paling utara Belanda di sebelah barat). Kalau geser dikit lagi ke barat, orang akan jatuh ke Laut Utara! Sebelum tiba di Stavoren, tempat kami berlibur di tepian Ijsselmeer, kami melewati Urk dan mampir di sana.

Sampai tanggal 3 Oktober 1939, Urk merupakan pulau di Zuiderzee, laut selatan di Belanda utara. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan yang menangkap ikan di Laut Utara maupun Laut Selatan. Di pulau itu, ada pula yang memelihara sapi dan bertani, tetapi budaya maritim lebih dominan.

Menjelang tahun 1930an, berkat kekayaan dari tanah jajahannya (terutama dari nusantara), bendungan besar di utara Belanda dapat diselesaikan. Afsluitdijk namanya. Secara harfiah, ‘afsluitdijk’ berarti ‘bendungan penutup’. Memang, bendungan itu menutup teluk di tepian Zuiderzee. Pompa-pompa besar dinyalakan dan air laut di daerah yang sudah ditutup oleh bendungan itu, dikeringkan. Tanah liat dan pasir ditumpahkan di sana dan daerah yang sudah dikeringkan itu siap menjadi ladang, kota dan dusun. Air laut yang tadinya mengelilingi Pulau Urk menghilang. Pulau itu kini menjadi darat.

Baca Juga  Kades ke Ternate, HIPMAP Palang Kantor Desa Pelita

Perubahan itu bukanlah perubahan kecil. Gagasan men’darat’kan Pulau Urk tidaklah begitu saja diterima. Tentu saja penduduknya ribut. Namun, apa boleh buat. Para petinggi negeri sudah memutuskan.

Ketika kami mampir di Urk untuk makan siang, kira-kira 80 tahun kemudian, Urk sudah menjadi desa kecil di tepian Ijsselmeer (Danau Ijssel). Di sebelah utara, timur dan selatan, Urk menjadi satu dengan darat. Bagian baratnya di tepian danau. Airnya, yang dulunya asin kini sudah menjadi payau. Ikan-ikan laut tidak lagi berenang ke sana. Jenis-jenis tanamannya pun berubah. Sebagian penduduknya mengubah mata pencaharian: semakin banyak yang beternak dan bertani, tetapi masih banyak juga yang berkeras meneruskan warisan mata pencaharian nenek-moyangnya sebagai nelayan. Kapal-kapal nelayan dari Urk di Ijsselmeer berlayar ke laut lepas di NoordZee untuk menangkap ikan.

Baca Juga  Penumpang KMP Dolosi Jalani Pemeriksaan di Pelabuhan ASDP Namlea

Misoa dan aku memesan ‘kibbeling’–ikan goreng. Aku tak tahu apakah kibbeling itu dibuat dari ikan laut atau ikan sungai. Entahlah. Aku menyukai ikan apa pun, dimasak dengan cara apa pun. Walau berada di tepi laut, orang Belanda kurang kreatif mengolah ikan, menurutku. Ikan digoreng. Dagingnya dilepas dari tulangnya, kepalanya dibuang, dan kemudian daging itu digulung-gulung di adonan tepung dicampur garam dan merica, lalu digoreng. Itulah kibbeling.

Wong Plembang dak usahlah mencari pindang ikan di sini. Tak pula ada orang Urk yang terpikir membuat pempek. Tak ada pepesan. Dan, jarang-jarang ada yang memanggang ikannya. Adanya kibbeling. Itu saja. 😃 (*)