Urutan Gejala yang Umum Terjadi pada Penderita Covid-19

oleh -26 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Selama berbulan-bulan berada di tengah pandemi Covid-19, kita sering membaca tentang daftar gejala Covid-19 yang mungkin muncul pada pasien.

Beberapa gejala sebetulnya mirip seperti gejala penyakit lain yang tidak berbahaya. Namun, pandemi yang tak kunjung membaik membuat sebagian orang paranoid jika merasa tidak sehat dan tak jarang langsung mencurigainya sebagai gejala Covid-19.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Univerity of Southern California (USC) merinci tentang gejala Covid-19 yang biasa muncul.

Menurut penemuan penelitian, urutan gejala Covid-19 yang banyak dialami pasien, adalah:

Link Banner

1. Demam

2. Batuk dan sakit otot

3. Mual atau muntah

4. Diare

Menurut penelitian tersebut, gejala-gejala tersebut biasanya juga muncul secara berurutan.

Baca Juga  Profesor Penjahat Sebut Jokowi Setujui Pemprov NTT Dapat 5 Persen dari Blok Masela

“Urutan ini penting khususnya untuk membedakannya dengan penyakit seperti flu biasa yang menunjukkan gejala serupa,” ungkap salah satu penulis studi sekaligus professor kedokteran, teknik biomedis dan kedirgantaraan dan mesin di USC, Peter Kuhn, PhD, seperti dilansir Healthline.

Fakta ini mungkin bisa membantu orang-orang yang terinfeksi Covid-19 untuk segera melakukan isolasi mandiri dan mendapatkan perawatan segera, yang mana sangat berdampak pada tingkat kesembuhan.

Data pasien di China

Untuk memprediksi urutan gejala, para peneliti menganalisa tingkat kejadian gejala yang dikumpulkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari lebih dari 55.000 kasus terkonfirmasi di Cina.

Mereka juga melihat kumpulan data dari hampir 1.100 kasus yang dikumpulkan selama Desember hingga Januari oleh China Medical Treatment Expert Group untuk COVID-19, dan disediakan oleh Komisi Kesehatan Nasional China.

Baca Juga  Tim SAR Cari Warga Tihulale Yang Hilang Saat Melaut

Untuk membandingkan urutan gejalanya dengan influenza, para peneliti menganalisa data lebih dari 2.000 kasus Covid-19 di Amerika Utara, Eropa dan bagian bumi selatan, yang dilaporkan oleh otoritas kesehatan antara 1994 hingga 1998.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pasien dengan flu musiman lebih umum mengalami batuk terlebih dahulu sebelum timbul demam.

“Pada kenyataannya, ini mungkin sulit untuk dilihat karena flu sering kali dimulai secara tiba-tiba dengan tiga serangkai gejala, termasuk sakit punggung, menggigil, dan batuk kering,” ungkap dokter darurat Rumah Sakit Lenox Hill, Dr. Robert Glatter, kepada Healthline.

Menurut penelitian tersebut, jika influenza umumnya diawali oleh gejala batuk, Covid-19 cenderung diawali demam.

Baca Juga  PBB Usulkan 3 Nama Calon Ketua DPC Kepulauan Sula ke DPP

Temuan ini menguatkan bukti bahwa demam bisa dijadikan salah satu acuan untuk menyaring orang yang masuk ke fasilitas tertentu.

“Hasil penelitian kami mendukung gagasan bahwa demam harus digunakan untuk menyaring masuk ke fasilitas-fasilitas umum,” ungkap para penulis penelitian.

Untuk mencegah penularan, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti mengenakan masker di ruang publik, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, hingga tidak menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang kotor. (red/kcm)