Usai Baku Tembak, Bupati Puncak, Papua Desak Aparat Ditarik

oleh -93 views
Link Banner

Porostimur.com | Ilaga: Bupati Puncak, Papua, Willem Wandik meminta agar aparat keamanan menarik personelnya dari wilayah Puncak, Papua usai peristiwa kontak tembak antara kelompok sipil bersenjata (KSB) dengan aparat keamanan, Kamis (19/9).

Baku tembak antara aparat dengan KSB itu itu menewaskan tiga warga sipil dan melukai empat orang lainnya.

Willem mengatakan permintaan penarikan pasukan itu perlu dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa di masyarakat.

“Permintaan itu sudah disampaikan saat pertemuan dengan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab yang dilaksanakan di Ilaga Sabtu (21/9),” kata Willem sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (22/9).

Willem mengatakan sebagai kepala daerah pihaknya mendukung permintaan tersebut mengingat yang menjadi korban adalah masyarakat karena KSB menggunakan mereka sebagai tameng.

Baca Juga  Atisipasi Bencana Laut, Brimob Maluku Beri Imbauan Kepada Warga Kota Tual

“Masyarakat akan terus menjadi korban sehingga pihaknya berharap ada pola lain yang diterapkan saat melakukan pengejaran terhadap KSB,” kata Willem.

Kata Willem, pertemuan yang juga dihadiri Ketua Tim Asistensi Kapolri Irjen Pol Paulus Waterpauw berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dilakukan untuk rekonsiliasi hingga Kabupaten Puncak kembali aman.

“Di Papua harus dilakukan tindakan persuasif guna meminimalisir korban di tengah masyarakat,” kata Bupati Wandik.

Sementara Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Eko Daryanto secara terpisah mengakui permintaan penarikan yang disampaikan kepada Pangdam XVII Cenderawasih saat berkunjung ke Ilaga.

Namun dalam pertemuan tersebut Pangdam Cenderawasih menyatakan belum memutuskan langkah terkait permintaan penarikan pasukan karena harus disampaikan kepada pimpinan dan Bupati Kabupaten Puncak, Papua.

Baca Juga  Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Ambon Rabu, 6 Mei 2020

“Bupati sudah membuka surat terkait masalah tersebut, ujar Eko.

Kontak tembak antara KSB dengan aparat keamanan selain menyebabkan tiga warga meninggal juga melukai empat warga sipil. Korban meninggal dan korban luka saat ini sudah dievakuasi dan dirawat di RSUD Timika. (rtl/red/CNN)