Usai Bercinta, Kakek Asal SBB ini Tewas di Eks Lokalisasi Batumerah

oleh -943 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Seorang kakek berinisial (HW) ditemukan sudah tidak bernyawa di Penginapan Cendana, Kompleks Bekas Lokalisasi Tanjung, Desa Batu Merah, Kota Ambon.

HW diduga usai bercinta atau berhubungan seksual dengan kekasihnya, MA (45) di dalam kamar 2 penginapan tersebut, sekitar pukul 10.00 WIT, Sabtu akhir pekan lalu.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia ketika dikonfirmasi para jurnalis, Senin (5/4/2021) membenarkan peristiwa itu. Leatemia bilang, jenazah HW sudah diambil pihak keluarga dan telah dimakamkan.

“Sudah diketahui inisialnya HW, 72 tahun, Jenazah sudah diambil keluarganya kemarin sore. Mereka menolak otopsi, dan sudah membuat berita acara penolakan otopsi. Mereka sudah mengikhlaskan kematian korban,” katanya.

Link Banner

Leatemia menjelaskan, berdasarkan kronologi keterangan saksi, sebelum meninggal dunia kakek HW sempat mengaku merasakan pusing, gelap mata, gemetar dan lemas, hingga kemudian terjatuh di atas kasur kamar bersama kekasihnya tersebut.

Baca Juga  NasDem Ajak Relawan dan Kader Partai Pengusung untuk Berjuang Menangkan Pasangan ZADI-IMAM

Namun, kematian kakek 72 tahun tanpa identitas itu baru diketahui oleh pihak keluarganya pada Sabtu sore.

“Korban ternyata merupakan warga Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),” ujarnya.

Leatemia menambahkan, menurut keterangan MA, korban datang sekitar pukul 10.00 WIT, dan sempat memberikan sejumlah uang. 

“Jadi korban ini setiap tiga hari sekali datang ke TKP (tempat kejadian perkara), kemudian minta untuk dilayani di kamar,” kata Izaac. 

Pada hari korban ditemukan tewas, saksi mengaku sempat melayani korban bak sepasang suami istri. Sebelum bercinta, korban meminta ijin untuk masuk kamar mandi, setelahnya mereka memadu kasih.

“Setelah melakukan hubungan asmara kemudian korban merasa pusing, dan mata rasa gelap. Kemudian korban jatuh di samping kasur dalam keadaan bergetar, dan lemas,” ucap Izaac mengutip keterangan saksi.

Baca Juga  Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan Jatuh pada Selasa 13 April 2021

Saat korban terjatuh MA panik dan berlari memberitahukan kakaknya yang berada di kamar sebelah, dan gemetaran seketika setelah melihat korban sudah terjatuh. 

“Saksi memberitahukan kepada Erik de Soysa (38) yang merupakan penjaga kost,” katanya.

Diberitahukan saksi, Erik menuju TKP. Ia meminta warga setempat menghubungi anggota Satuan Bimas Polresta Ambon, Bripka Pardi.

“Anggota Polsek Sirimau datang ke TKP dipimpin langsung oleh Kapolsek Sirimau AKP Mustafa Kamal,” sebutnya mengutip rri.co.id

Saat kejadian, sambung Izaac, identitas korban belum diketahui sebab tidak ada satu pun tanda pengenal dibawa.

“Pukul 12.02 WIT SPKT Polresta Ambon bersama tim identifikasi langsung olah TKP. Korban lalu di bawa ke RSUD Haulusy Ambon,” jelasnya.

Baca Juga  Lebih Dikenal Sebagai Model, Petenis Cantik Dunia "Ngamuk"

Ditambahkan, hingga saat ini penyebab kematian korban belum dipastikan. Tapi, ia memastikan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh mayat tersebut.

(red/kbrn)