Usai Bertugas di Pelosok Halsel, Guru Temanku Bercucuran Air Mata

oleh -369 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Satu pekan sudah para relawan Guru Temanku menjalankan tugas di Halmahera Selatan, kini saatnya mereka kembali pulang ke daerah asalnya masing-masing. Kegiatan selama satu minggu itu, terhitung sejak 29 maret sampai dengan 4 april 2021, Guru Temanku berbagi ilmu pengetahuan di dua desa yakni, Kampung Baru dan Tanjung Obit Kecamatan Kepulauan Botang Lomang yang meyimpan banyak kisah dan pembelajaran.

Libur belajar hampir 1 tahun yang dialami oleh siswa-siswi di tiga sekolah yakni SDN 172 Halmahera Selatan, SDN 132 Halmahera Selatan dan MTS LPM Parapotang. Akibat pandemi corona siswa diharuskan kembali ke sekolah dan berjumpa dengan para volunteer Guru Temanku adalah cara mereka memulai dan sekaligus menutup tahun ajaran 2020/2021 dengan kenangan yang indah bagi mereka salama berjalannya kegiatan tersebut.

Baca Juga  Klasemen Liga Inggris Pekan 9: Tottenham dan Liverpool Bersaing Ketat

Mr. Adi mengatakan akibat Corona tentu pengalaman mengajar selama satu minggu yang dilakukan oleh para volunteer merupakan hal baru bagi sebagian besar para siswa -siswi tersebut.

Kepada media porostimur.com, Senin (5/4/2021), Mr. Adi mengungkapkan bahwa Pengalaman yang menghabiskan suara (serak) banyak dialami oleh relawan Guru Temanku. Di antaranya, malu dan kikuk saat memulai hari pertama juga mereka alami.

Link Banner

“Terlebih kegiatan ini tidak hanya mengajar siswa tapi juga mempersiapkan guru untuk siap mengajarkan bahasa Inggris di level sekolah dasar, “ucapnya.

“Seperti pepatah setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Sulitnya memulai sesuatu untuk pertama kali biasanya akan diakhiri dengan perasaan sedih dan susah hati saat mengakhiri, “ujar Adi

Baca Juga  Masyarakat Desa Meyano Das Unjuk Rasa, Polres MTB Lakukan Pengaman

Ia menjelaskan Para relawan Guru Temanku yang hendak kembali pulang dari desa penugasan, sempat berurai air mata. Pasalnya siswa-siswi yang akan mereka tinggalkan menangis sedu sedan karena tidak mau ditinggalkan oleh para relawan.

Mr. Adi menambahkan bahwa salah dari mereka yakni, Reza sebagai kepala sekolah Wansa School yang ikut menjadi relawan Guru Temanku mengatakan bahwa “perjumpaan yang sebentar ini akan terus terkenang dan tak bisa terlupakan, tidak hanya bagi para adik-adik tapi juga oleh dirinya dan kawan-kawan volunteer yang lainnya”.

Selain itu Afi salah satu mahasiswa hukum dari Universitas Andalas Padang juga berujar “bahwa dia tidak pernah menyangka adik-adik akan seharu itu karena mereka disana hanya satu minggu dan merasa apa yang mereka berikan belum maksimal,” tukasnya.

Baca Juga  Raja Gadungan di Namlea Dilaporkan ke Polisi

Mr. Adi bilang para volunteer dari Tanjung Obit juga sangat terharu betapa kebaikan orang tua siswa dan guru atas kehadiran mereka selama 1 minggu di sana.

“Ketika mereka hendak pulang begitu banyak orang tua dan siswa yang turut membantu mereka membawa dan menurunkan perlengkapan mereka dari kapal yang mereka tumpangi, bahkan mereka juga mendapatkan oleh-oleh dari bapak dan ibu Guru serta orang tua siswa,” tutupnya.

Untuk diketahui, program Guru Temanku ini, ikut disponsori oleh media online porostimur.com. (adhy)