Usai Gempa, Kantor Walikota Ambon Tutup. Kantor Gubernur Maluku Kosong

oleh -286 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Usai diguncang gempa beruntun, Kantor Walikota Ambon masih ditutup, sementara kantor Gubernur Maluku terlihat sepi dari para Aparat Sipil Negara (ASN).

Pantauan porostimur.com, lapangan, terlihat pintu gerbang dan pintu masuk kantor Walikota Ambon terkunci dapat.

Tidak ada satu orang pegawai pun yang terlihat di gedung yang beralamat di Jalan Sultan Khairun itu.

Sementara itu, kantor Gubernur Maluku yang berseberangan jalan pun nampak sepi.

Meskipun pintu kantor dalam keadaan terbuka, namun tidak nampak satu pun pegawai di bangunan berlantai tuh itu.

Suasana Kantor Gubernur Maluku

Tidak terdapat kerusakan yang berarti pada gedung kantor. Beberapa lembar tegel nampak copot dan jatuh berserakan pada bagian luar sisi kanan serta retakan di beberapa sudut.

Baca Juga  Gak Melulu Gamis, 7 Gaya Fashion Hijab Ini Cocok untuk Kamu yang Boyish!

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, ST.,Dipl. Seis., M.Sc. mengatakan, pada hari Kamis, 26 September 2019, pukul 06.46.44 WIB, wilayah Kota Ambon dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,43 LS dan 128,46 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon, Propinsi Maluku pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault).

Baca Juga  Muslim Kanada Gelar Doa Virtual Dilindungi dari Corona

Dampak Gempabumi:
Menurut informasi dirasakan dari masyarakat, dampak gempabumi dirasakan di daerah Ambon dan Kairatu dalam skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), di Paso II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) dan Banda II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Gempabumi Susulan:
Hingga hari Kamis, 26 September 2019 pukul 07.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 10 aktivitas gempabumi susulan (aftershocks) dengan magnitude terbesar M5,6.

Rekomendasi:
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Baca Juga  Tips Memakai Hijab Pashmina Untuk Wajah Bulat Agar Bisa Tampak Tirus

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (keket)