Usai Mendaftar ke KPU, Calon Bupati di Halmahera Timur Meninggal Dunia

oleh -265 views
Link Banner

Porostimur.com | Maba: Usai mendaftarkan diri sebagai calon bupati Halmahera Timur, Muh Din Ma’bud dikabarkan meninggal dunia.

Padahal Din terlihat segar bugar ketika mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum, Jumat (4/9/2020).

Usai mendaftar, Muh Din yang juga calon petahana itu masih sempat menyampaikan orasi politik di hadapan para pendukungnya.

Din mengatakan, dalam pertarungan kali ini hanya satu kata, yakni menang. Dengan begitu Dia dan Anjas bisa melanjutkan pembangun fondasi Haltim.

Link Banner

“Selanjutkan kita serahkan ke penerus untuk melanjutkan pembangunan ini,” tutur Din yang dikawal ribuan pendukung dan simpatisan saat mendaftar.

Untuk diketahui, Din-Anjas diusung lima parpol yakni Partai Hanura, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Dalam pendaftaran, paslon ini didampingi ribuan simpatisan dari perwakilan masing-masing desa di 10 kecamatan se-Haltim. Usai pendaftaran, Din-Anjas melakukan orasi politik di Posko Din-Anjas di Desa Sangaji, Kecamatan Soagimalaha.

Baca Juga  Final Liga Champions 2005 Ajari Kaka Makna Sepakbola yang Sesungguhnya

Mekanisme Penggantian Calon Kepala Daerah yang Meninggal

Partai politik memiliki waktu selama 7 hari untuk mengganti calon Bupati Halmahera Timur. Hal ini jika partai penggusung akan mengikuti kelanjutan tahapan pilkada sepeninggal Cabup Muh Din Ma’bud.

Hal ini sesuai dengan UU No 10 tahun 2016 dan secara teknis diatur dalam PKPU No 3 Tahun 2017 pasal 54.

Selanjutnya disebutkan ketika salah satu berhalangan tetap dalam arti meninggal dunia sebelum 30 hari menjelang pemungutan, partai politik atau gabungan partai politik dapat mengganti.

Atas kasus di Haltim ini harus diganti calon bupatinya, kalau tidak diganti calon wakil bupatinya, maka pasangan ini gugur dan tidak bisa melanjutkan sampai pemungutan suara. (red)

Baca Juga  Sebentar Lagi Tayang, 5 Film Bollywood Ini Remake Hollywood