Usai Merendam 29 Rumah Warga, Banjir Halmahera Barat Sudah Surut

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com – Jailolo: Banjir sempat melanda Desa Akediri dan Desa Todowong, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (21/9), pukul 19.00 waktu setempat atau WIT. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pagi kemarin. 

Kejadian tersebut menyebabkan 29 unit rumah warga terendam banjir. Ketinggian muka air saat berlangsungnya banjir berkisar antara 50-60 sentimeter. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat menyebutkan, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Selain itu, tidak ada warga yang mengungsi melainkan bertahan di rumah masing-masing.

Saat ini banjir sudah surut dan para warga bergotong royong membersihkan material yang terbawa saat banjir terjadi.

Baca Juga  Warga Keluhkan Trotoar di Kota Ambon Karena Licin dan Membahayakan

“Dini hari tadi, sekitar pukul 04.00 WIT, banjir sudah surut. Kini para warga membersihkan rumahnya masing-masing,” ujar Muhammad Ade Fabanyo Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Rabu (22/9/2021).

Ade menambahkan, pihaknya sesaat setelah kejadian telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak guna melakukan kaji cepat dan pendataan.

Penyampaian diseminasi informasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan juga telah dibangun melalui whatsapp group yang terhubung dengan lintas instansi dan pejabat daerah setempat. 

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. menjelaskan, berdasarkan data Geoportal Kebencanaan BNPB, selama kurun waktu 5 tahun (2015 – 2020) Halmahera Barat mengalami kejadian banjir sebanyak 9 kali dengan dampak paling besar terjadi pada tahun 2018, dengan total rumah rusak 12 unit dan fasilitas umum terdampak 1 unit. 

Baca Juga  Update Korban Virus Corona: 2.250 Orang Meninggal Dunia dan 76.806 Terinfeksi

“Informasi peringatan dini BMKG menyebutkan waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Provinsi Maluku Utara, antara lain Morotai, Tobelo, Galela dan Maba pada siang dan sore hari hingga esok hari,” ujar Muhari.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi. Identifikasi potensi risiko dan segera lakukan rencana kesiapsiagaan mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas,” imbuhnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.