Usut laka lantas, ujungnya ternyata pengolahan batu sinabar

oleh -42 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Awalnya hanya berupa kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) biasa, namun pengendara sepeda motor yang melakukan tabrak lari justru menghilang dari lokasi kejadian, justru meninggalkan jejak yang mengarah pada kasus yang jauh lebih berat yakni pengolahan batu cinabar.

Informasi yang diperoleh wartawan dari Polres Seram Bagian Barat (SBB), Senin (12/3), menyebutkan bahwa Polsek Waisarissa melaporkan adanya laka tunggal yang melibatkan sepdea motor bernopol DE 4980 AR yang dikendarai warga Desa Hulung, Gunaji alias Gun (32) dengan sekor ternak sapi, pada Minggu (11/3), sekira pukul 20.30 Wit.

Setelah kejadian, Gun melarikan diri namun barang-barang yang dibawa sertanya justru ditinggalkannya di lokasi kejadian.

Namun setelah diamankan pihak kepolisian, diantara barang milik Gun ditemukan 2 buah botol berisi merkuri.

Link Banner

Di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polres SBB, AKP R. E. ADIKUSUMA,SH.MH, tim operasional Buru Sergap (Buser) melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Baca Juga  Hasil Survei Pemilu 2024, PSI Mengejutkan, PPP Dalam Bahaya Besar

Sesuai informasi yang didapatkan dari Ateng Makatita, tim operasional Buser melakukan penangkapan terhadap Gun di Dusun Telaga, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Senin (12/3), sekira pukul 10.00 Wit.

Dari tangan Gun, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 1 buah botol oli warna putih berisi air raksa seberat 7,05 kg, 1 buah botol pulpy berisi air raksa seberat 4,5 kg, 2 buah batu sinabar dengan berat masing-masing 170,7 gr dan 128 gr, 1 butir emas seberat 0,66 gr, 1 buah dulang, 1 buah timbangan digital merk electronic kitchen scale warna putih, 1 buah timbangan digital merk haulik, 1 buah betel, 1 botol berisi batu spirit emas, 2 lembar uang pecahan Rp. 2000, 1 lembar uang pecahan Rp. 1000, serta 1 unit sepeda motor merk Honda Blade bernopol DE 4980 AR.

Setelah melakukan pengembangan atas tersangka Gun, yang bersangkutan mengakui mendapatkan merkuri tersebut dari pengolah batu sinabar menjadi merkuri, Mathin Rumbia.

Baca Juga  BPJS Kesehatan siap layani mudik peserta JKN-KIS

Pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 Wit, tim operasional Buser kemudian melakukan penangkapan terhadap Rumbia, di Dusun Telaga, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan kepada tersangka kedua inilah baru diketahui abahwa ia melakukan pengolahan batu sinabar di kebun miliknya di daerah Gunung Tinggi.

Berdasarkan pengakuan tersangka ini, anggota Sat Reskrim bersama-sama Kepala Pemuda Dusun Telaga menuju ke tempat pengolahan batu sinabar di Gunung Tinggi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti ke Mako Polres SBB, sekitar pukul 16.00 Wit .

Dari tangan tersangka kedua ini, aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti antara lain 10 buah dandang kecil, 1 buah dandang besar, kapur api seberat 1,3 kg, karbit seberat 1 kg, paku ukuran 5 cm seberat 6 gr, 3 buah karung ampas pengolahan seberat 50,1 kg, 4 buah jerigen ukuran 5 liter yang sudah dipotong tengah, 2 buah pipa besi, 1 buah timbangan duduk ukuran 20 kg merk Five Goats dan 2 buah masker.

Baca Juga  Pengakuan Giring Nidji Soal Viral Baliho Jadi Presiden 2024, Tunggu Tanggal Mainnya

Tindakan kedua tersangka ini melanggar rumusan pasal 158 dan atau 161 UU RI No 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara. (keket)