Utang Pemerintahan Jokowi Catat Rekor Tembus Rp7 T, Publik Ramai Singgung Wacana Presiden 3 Periode

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Utang pemerintah di era Presiden Jokowi yang terus mengalami kenaikan menjadi sorotan banyak kalangan.

Di media sosial, jumlah utang kini menembus Rp 7 triliun dikaitkan dengan isu adanya wacana perpanjangan periode masa jabatan presiden.

Waganet pun menyentil, jumlah utang bisa jadi akan terus membengkak apabila masa perpanjangan presiden benar-benar dilakukan.

Hal tersebut melihat dari data pertumbuhan utang mulai Jokowi memimpin pada 2014 hingga saat ini yang terus mengalami kenaikan.

“Ini salah satu alasan kepada masa jabatan presiden ingin di perpanjang / penundaan pemilu, Karena 7000 Triliun masih kurang. Panjang masa jabatan, panjang pula urusan utang ini. Anda keren pak @jokowi,” tulis @AlkautsarIZ dikutip dari Twitter pada Minggu (3/4/2022)

Warganet lain juga menganggap, adanya dukungan 3 periode dari pihak-pihak tertentu tidak patut dilakukan di tengah kenaikan berbagai kebutuhan hingga isu soal naiknya jumlah utang.

Baca Juga  Usai Jadi Tersangka, Veronica Koman Berkicau di Twitter. Sebut Lagi di Merauke

“Utang naik, PPN naik, tarif tol naik, BBM naik, GAS LPG juga kabarnya bakal naik, Harga sembako naik, dll. Pantas kalian teriak tiga periode?” tulis @Hasbil_Lbs

Di sisi lain, janji Jokowi pada saat kampanye pun diungkit.

Saat itu, Jokowi berjanji akan menolak utang luar negeri apabila terpilih menjadi presiden RI.

Diketahui, sebelum menjadi Presiden RI, Tim Kampanye Jokowi, termasuk Jokowi sendiri kerap melontarkan wacana untuk mengurangi jumlah utang pemerintah.

Namun, utang pemerintah justru terus mengalami kenaikan.

Bahkan dalam kurun waktu 2014 hingga 2019, pemerintah sudah mencetak utang baru sebesar Rp 4.016 triliun.

Kini utang pemerintah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membengkak, menembus angka lebih dari Rp 7.000 triliun.

Berdasarkan informasi di laman APBN KiTa Kementerian Keuangan terbaru atau per 28 Februari 2022, utang pemerintah sudah menembus Rp 7.014,58 triliun.

Baca Juga  Teken Dokumen KUA-PPAS, Ketua DPRD Maluku Harap Kemiskinan Ekstrem Menurun

Utang tersebut meningkat tajam apabila dibandingkan posisi utang pemerintah pada sebulan sebelumnya atau per 31 Januari 2022 yakni Rp 6.919,15 triliun.

Dengan demikian, dalam rentan waktu sebulan, utang negara bertambah sebesar Rp 95,43 triliun.

Kemudian, utang pemerintah juga mencatatkan rekor baru, menembus level di atas Rp 7.000 triliun.

Artinya, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) juga mengalami kenaikan.

Pada akhir Januari 2022, rasio utang terhadap PDB adalah 39,63 persen, sementara di akhir Februari meningkat menjadi 40,17 persen.

Saat ini, Rasio utang Indonesia terhadap PDB berada di kisaran 40 persen yang diklaim pemerintah masih dalam batas wajar dan aman.

Utang pemerintah Indonesia paling besar bersumber dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), dengan rincian SBN domestik yakni sebesar Rp 4.901,66 triliun dan SBN dalam bentuk valutas asing (valas) Rp 1.262,53 triliun.

Baca Juga  Bito Temmar: Gagal Tender Magaproyek Ambon New Port Karena Kebodohan dan Keangkuhan

Utang lainnya bersumber dari pinjaman sebesar Rp 850 triliun, yakni pinjaman dalam negeri sebesar Rp 13,27 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 837,11 triliun.

Rinciannya, pinjaman luar negeri itu terdiri dari pinjaman bilateral Rp 294,36 triliun, pinjaman multilateral Rp 499,09 triliun, dan commercial banks Rp 43,66 triliun.

Berikut rincian utang pemerintah Jokowi dari tahun ke tahun:

Total utang pemerintah tahun 2014: Rp 2.608,78 triliun
Total utang pemerintah tahun 2015: Rp 3.165,13 triliun
Total utang pemerintah tahun 2016: Rp 3.706,52 triliun
Total utang pemerintah tahun 2017: Rp 3.938,70 triliun
Total utang pemerintah tahun 2018: Rp 4.418,30 triliun
Total utang pemerintah tahun 2019: Rp 4.779,28 triliun
Total utang pemerintah tahun 2020: Rp 6.074,56 triliun
Total utang pemerintah per Februari 2022: Rp 7.014,58 triliun.

(red/wartakotalive)