Utang Puasa Belum Lunas sampai Ramadan Berikutnya, Begini Hukumnya?

oleh -150 views

Utang puasa atau biasa disebut puasa qadha harus ditunaikan sebelum datang Ramadan berikutnya. Sebagaimana diketahui, puasa qadha hukumnya wajib.

Muslim yang memiliki utang puasa biasanya disebabkan karena uzur tertentu. Misalnya haid, sakit, nifas, bepergian jauh, dan pekerjaan berat.

Dinukil dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari oleh KH Muhammad Habibillah, puasa qadha dikerjakan untuk mengganti puasa wajib di bulan Ramadan yang ditinggalkan. Terkait dalil puasa qadha tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 184.

Allah SWT berfirman,

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Baca Juga  BoP Kesalahan Paling Epik Prabowo

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

No More Posts Available.

No more pages to load.