Veronica Koman Temui Parlemen Australia Bahas Persoalan Papua

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Canberra: Aktivis sekaligus pengacara Hak Asasi Manusia untuk urusan PapuaVeronica Koman, bertemu dengan sejumlah anggota parlemen Australia. Dia menyatakan dalam pertemuan itu meminta supaya pemerintah Negeri Kanguru bisa bertindak lebih untuk menghentikan pertumpahan darah di Papua.

“Tanah Ngunnawal (Canberra), 15-16 Oktober 2019. Dengan didampingi oleh Amnesty International Australia, saya menyampaikan perkembangan tentang situasi HAM West Papua terkini di parlemen Australia,” tulis Veronica dalam unggahan status di akun Facebook, yang dikutip pada Kamis (17/10).

“Kami meminta kepada pemerintahan federal Australia untuk berbuat lebih dalam membantu menghentikan pertumpahan darah di West Papua,” lanjut Veronica.

Veronica menyatakan dia bertemu dan memberikan laporan kepada Sub-Komite Hak Asasi Manusia parlemen, juga kepada para senator dan anggota parlemen dari Partai Buruh, Partai Liberal, Partai Nasional, dan Partai Hijau.

“Mereka mencakup pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini dan juga pemerintahan oposisi. Mereka semua antusias dan banyak bertanya dalam tanggapannya karena ternyata mereka memang mendengar adanya kisruh namun belum tahu secara detail,” tulis Veronica.

Baca Juga  Brimob Maluku Patroli Tanggap Bencana Jaga keselamatan Para Nelayan di Tual

Dalam pertemuan itu, Veronica menyatakan seorang mahasiswa Papua, Nuevaterra, yang sedang menempuh studi pada semester awal turut hadir.

Pengacara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu jadi tersangka atas dugaan provokasi dan penyebaran informasi bohong insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Saat ini dia bahkan ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diterbitkan Polda Jawa Timur.

Veronica disebut berada di balik sejumlah kerusuhan yang bersumbu dari penggerebekan asrama mahasiswa Papua di Surabaya pertengahan Agustus silam.

Baca Juga  MUI Malut Diminta Bersikap atas Dugaan Pemalsuan Identitas Agama Anggota DPRD Kepulauan Sula