Versi Terbaik Madrid Muncul di Waktu Terbaik

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Meski masih berlabel pramusim, 27 Juli, kekalahan 3-7 yang diterima Real Madrid dari Atletico Madrid memberikan kekhawatiran besar.

Dan 18 September saat takluk 0-3 dari Paris Saint Germain (PSG), rasanya musim ini akan terasa berat.

Tim berjulukan Los Merengues ini bahkan sempat berada di titik terendahnya pada 2019/20, ditandai dengan kencangnya kabar pemecatan pelatih hingga Jose Mourinho diisukan kembali.

Namun, Zinedine Zidane selaku pelatih yang memimpin selalu berpikir positif dan mendukung tim ramuannya. “Kami akan meningkat,” kata Zidane setiap timnya mendapat kritik.

Seperti di era-era sebelumnya, ucapan juru taktik Prancis itu pun menjadi kenyataan.

Setelah hampir lima bulan, versi terbaik Madrid akhirntya muncul di waktu terbaik.

Baca Juga  YLBHI Nilai Kehadiran Buzzer Merusak Kualitas Demokrasi

Pada 16 Desember, atau dua hari jelang El Clasico, Madrid berada dalam wujud luar biasa dan berbanding terbalik dengan yang diperlihatkan pada periode awal.

Sudah 11 pertandingan beruntun mereka tidak terkalahkan, atau terakhir takluk (0-1) di markas RCD Mallorca, 19 Oktober. Selebihnya ada delapan menang dan tiga imbang.

Di hasil teranyarnya tim ibu kota ini boleh saja gagal menang. Namun perjuangan hebat ditunjukkan di kandang Valencia CF.

Mereka terus berusaha menghindari kekalahan hingga waktu benar-benar habis.

Penampilan heroik pun terjadi di pengujung duel (menit 90+5); gol Karim Benzema setelah ada aksi Toni Kroos-Thibaut Courtois.

“Madrid selalu punya keinginan dan selalu percaya,” kata Zizou –sapaan Zidane–  mengingat bahwa dia sudah sukses di era pertamanya dulu, dan gelora Los Merengues telah berada di tim asuhannya kini.

Baca Juga  Jelang Ramadan, Band Wali Siapkan Lagu Mamas yang Berarti Mati Masuk Surga

Nasib pada Liga Champions yang sempat berada di ujung tanduk kini hidup kembali, dan untuk LaLiga kesempatan terbuka pada El Clasico.

Mereka tiba di Stadion Camp Nou untuk meladeni FC Barcelona dalam kondisi terbaik dari berbagai elemen, tidak hanya perkara rangkaian hasil laga terakhir.

Sergio Ramos dan kawan-kawan membangun benteng kokoh di pertahanan sebab menjadi tim yang paling sedikit kemasukan sejauh ini, serupa Athletic Bilbao; 12 gol kemasukan.

Perihal serangan, mereka boleh saja berada jadi yang kedua terproduktif dengan 33 gol di bawah 43 gol Barca.

Namun perkara mesin gol, Benzema terus bersaing ketat dengan Lionel Messi di perebutan pichichi (top scorer La Liga).

Baca Juga  Ribuan Umat Muslim Laksanakan Sholat Idul Adha 1441 H di Masjid Raya Alfatah Ambon

Serupa poin di klasemen, ada kesamaan pada jumlah gol keduanya yakni 12 gol dan dua di antaranya dari penalti.

Benzema tidak hanya sendiri terkait versi terbaik non kolektif. Individu lainnya yang dalam kondisi terbaik di waktu terbaik ini adalah Dani Carvajal, Ramos, Raphael Varane, Carlos Casemiro, dan Kroos sekali pilar lama yang sempat “hilang” tajinya.

Dan respon positif pun ada pada Courtois, Isco Alarcon, Fede Valverde, Rodrygo Goes, hingga Vinicius Junior. (red/rtl/be)