Wacana Pergantian Sekda Berhembus, Kader PD: Anak Asli Aru Harus Jadi Perioritas

oleh -133 views
Link Banner

Porostimur.com | Dobo: Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2020 sesuai keputusan KPU Aru Nomor : 62/PL.02.6-KTP/8107/KPU-KPA/Xll/2020 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2020 menempatkan pasangan dr Johan Gongan-Muin Sogalrey sebagai pemenang dengan memperolehan suara sebanyak 27.437 menyingkirkan pasangan Timotius Kaidel- Lagani Karnaka yang hanya memeroleh 23.498 suara.

Berbekal sejumlah bukti, pasangan Timotius Kaidel-Lagani Karnaka melalui kuasa hukumnya sedang berproses di Mahkamah Konstitusi di Jakarta.

Namun di Dobo, wacana pergantian Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Aru mulai dihembuskan.

Pasalnya Drs. Mohhamad Djumpa dikhabarkan memasuki usia pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun ini (2021) sehingga setelah dilalukukan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih maka segera mengusulkan pergantian Sekretaris Daerah.

Menanggapi wacana pergatian Sekretaris Daerah, Mesak Layaba, salah satu kader Partai Demokrat Kabupaten Kepulauan Aru kepada wartawan, Rabu (6/1/2020) menegaskan bahwa untuk periode ini, posisi kursi Sekda harus diduduki oleh putra terbaik asli Negeri Jargaria.

Baca Juga  Termasuk Sophia Latjuba, 5 Artis Cantik Ini Tenyata Fans Berat Liverpool

“Saya mau sampaikan bahwa, setelah bupati dan wakil bupati terpilih dilantik, maka harus memperioritaskan putra terbaik asli Aru untuk menduduki jabatan Sekda,” pintanya.

Mesak Layaba mengatakan bahwa, Sekda harus putra asli Aru karena putra asli Aru sangat memahami kondisi wilayah dan adat istiadat daerahnya sendiri.

Dikatakan, anak asli Aru harus diakomodir sebagai Sekda, sebagai bukti kepada publik bahwa anak asli Aru layak memimpin daerahnya sendiri dan dapat berkompetisi memajukan pembangunan daerah kedepan.

“Jika ada satu anak asli Aru yang duduk di kursi Sekda maka itu membuktikan bahwa putra daerah sudah mampu memimpin daerahnya sendiri” tambah Mesak Layaba.

Untuk diketahui bersama bahwa, sejumlah anak asli Aru yang saat ini menduduki jabatan pimpinan OPD di antaranya; Ongky Gutandjala, A.L.O. Tabela, Adolof Pokar, Lukman Nomay, Fredy Gaite, Yusuf Apalem, Yeheskel Dumgair, Imanuel Siarukin, Semy Benamen dan Jefri Tabela, sehingga tergantung yang telah memenuhi persyaratan untuk diusulkan dan berkompetisi mertebut kursi Sekda nantinya.

Baca Juga  Pesparani menjadi wadah kumpulan berkat

Sementara itu didasarkan pada UU ASN, Batas Usia Pensiun (BUP) bagi seorang PNS pada pasal 87 ayat (1) huruf 6 U0 ASN dan Pasal 239 PP 11/2017 dijelaskan bahwa BUP bagi ASN yang menduduki jabatan administrasi adalah 58 tahun.

Sedangkan untuk ASN yang menduduki jabatan pimpinan tinggi adalah 60 tahun, dengan demikian Drs. Mohammd Djumpa yang saat ini menjabat sebagai Sekda usia pensiunnya nanti di 2022 seandainya masih dipertahankan oleh bupati saat pelantikan. (latif)