Wafat Dalam Pelayaran, Jenazah ABK KM Kelapa Dua Diturunkan di Pelabuhan Bitung

oleh -2.181 views
Link Banner

Porostimur.com | Bitung: Kapal cargo KM Kelapa Dua menurunkan jenazah seorang lelaki di dermaga Pelabuhan Samudera Bitung, Ahad (2/2/2020). Mayat tersebut kemudian dinaikkan ke dalam mobil ambulance.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung, Herman Pamuli kepada wartawan, Senin (3/2/2020) menjelaskan, jenazah terebut bernama Syarfudin Akib Utiarahman (64), warga Heledulaa, Kecamatan Kota Timur Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Jenazah yang diturunkan dari kapal tersebut adalah Anak Buah Kapal (ABK) KM Kelapa Dua yang sandar di pelahuhan Bitung usai mengambil muatan Semen Conch di Pelabuhan Uki pada hari Sabtu 1/2/2020 dan hendak berlayar menuju Pelabuhan Luwuk, Sulawesi Tengah.

Beberapa saksi mengatakan, almarhum adalah salah satu ABK KM Kelapa Dua. Almarhum diketahui sudah tidak bernyawa ketika salah satu ABK bernama Pikardi (22) hendak membangunkannya untuk bertukar jaga.

“Sebelum meninggal, almarhum membuat minuman teh di dapur, kemudian turun lagi ke kamar mesin, begitu dibangunkan sudah tidak bangun – bangun lagi alias tidak bernyawa lagi”, ujar Pikardi.

Baca Juga  Gelar Serbuan Vaksinasi, Kodam Pattimura Gandeng Kementerian Pariwisata

Pikardi menuturkan, ketika mendapati Safruddin sudah tidak bernyawa lagi, Ia langsung melapor ke nakhoda Raden M Sulaiman (57).

Mendapat laporan tersebut, nakhoda Raden langsung menuju ke bawah dan menemukan almarhum sudah tidak bernyawa dengan posisi terlentang di lantai ruangan kamar mesin.

Mengingat posisi koordinat kapal Tengah berada di ujung Pulau Lembeh (Batu Kapal), nahkoda akhirnya berinisiatif agar jenazah Syarfudin sebaiknya diturunkan di Pelabuhan Bitung.

Berdasarkan diagnosa Tim Medis Karantina Pelabuhan Bitung, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh almarhum. diduga almarhum meninggal dunia karena sakit.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Bitung untuk dilakukan visum luar dan persiapan lainnya karena jenazah akan dimakamkan di kampung halaman”, pungkas Herman. (dan)