Wagub Buka Dialog Teleconfrence Pemulihan Maluku dari Covid-19

oleh -129 views
Link Banner


Porostimur.com | Ambon: Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nataniel Orno, membuka dialog Teleconfrence tentang kepatuhan dan kolaborasi untuk pemulihan Maluku dari Covid-19.

Dialog ini diselenggarakan GAMKI Maluku, diikuti sejumlah OKP, praktisi hukum. Berpusat di kediaman Wagub, Karpan, Rabu (17/6/2020).

“Mudah-mudahan diskusi ini memberikan kontribusi besar bagi pemerintah dan gugus tugas provinsi kabupaten/kota, dalam menangani Covid-19,” kata Orno.

Dia mengapresiasi kinerja pemerintah daerah, tim Gustu dan tenaga kesehatan yang telah berupaya keras menangani pandemi virus. Virus ini tidaklah kasat mata lalu serta merta bisa diantisipasi.

Link Banner

Menurut Orno, berdasarkan judul dialog, itu berarti, dalam penanganan virus tidak bisa hanya melibatkan pemerintah, tim Gustu maupun tenaga kesehatan lalu menyalahkan pihak tertentu. Sebab, penanganan virus merupakan tanggungjawab semua pihak.

Baca Juga  Panca Prasetya Korpri Harus Dimaknai dan Dilaksanakan ASN Kemenag

“Data jumlah pasien terkonfirmasi sekitar 520 orang. Namun bagi saya, kita belum terlambat dalam penanganan virus andai semua pihak selalu ingin bekerja. Olehnya itu, semua pihak harus dilibatkan terutama institusi pemerintah maupun swasta terutama organisasi kepemudaan,” ujarnya.

Saat ini, kata mantan Bupati MBD ini, Maluku secara perlahan sedang menuju new normal. Kondisi ini perlu didukung. Masyarakat tentunya tidak ingin terus-terusan menjalani hidup secara terbatas. Masyarakat kecil merupakan salah satu dari sekian lapisan masyarakat yang merasakan sulitnya jalani hidup di tengah pandemi ini.

“Tentunya harapan pemerintah, secepatnya keluar dari kondisi sulit ini,” ujarnya lagi.

Orno menyarankan, andai pandemi ini masih berlanjut, sebaiknya tenaga medis yang telah pensiun kembali dilibatkan. Sebab, jumlah tenaga medis saat ini masih terbatas.

Baca Juga  JATAM: Lompatan yang Disebut Jokowi, Ajakan Bunuh Diri Bagi Rakyat

“Saya mengajak masyarakat meningkatkan ekonomi lokal untuk ketahanan pangan. Tentunya melalui himbauan dari pemerintah setempat,” urainya (keket).