Wagub Maluku Laporkan Salah Satu Media ke Polda

oleh -1.103 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Aksi unjuk rasa HMI dan GMKI Cabang Ambon di Kantor Gubernur Maluku dan kemudian berlanjut ke kediaman pribadi Gubernur Maluku Murad Ismail, menyeret nama sang wakil, Barnabas Orno.

Wakil Gubernur Maluku itu, dituding berada dibalik aksi para mahasiswa oleh salah satu media dalam pemberitaannya.

Akibat dari pemberitaan yang dianggap mentudutkan dan mencoreng nama baiknya itu, Wagub Orno pun memilih jalur Hukum.

Selasa (24/6/2020), Barnabas Orno didampingi Penasehat Hukumnya Laurens Latuheru, melaporkan salah satu media ke SPKT Polda Maluku.

Link Banner

Orno bilang, pemberitaan itu sangat sensitif saat di ketahui masyarakat luas dan tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, namun juga merusak hubungan antara gubernur dan wakil gubernur.

Baca Juga  DPRD Seram Bagian Barat Desak PLN Maluku dan Malut Tangani Listrik Byar Pet

“Kita ketahui kondisi sekarang kita sedang menghadapi pandemi Covid-19, namun tiba-tiba kita dikagetkan dengan hal-hal seperti itu”, sebut Orno.

Kepada para jurnalis di Mapolda Maluku, Orno menyamaikan bahwa istrinya adalah seorang pendeta, dan setiap saat dirinya selalu berbicara tentang etika dan moral, makaa tidak mungkin Ia bisa melakukan hal sekonyol itu.

Terkait pemberitaan salah satu media tentang keterlibatan dirinya di balik aksi unjuk rasa para mahasiswa itu, Orno sepenuhnya menyerahkan kepada Polda Maluku untuk diselesaikan sesuai aturan dan mekanisme hukum yang berlaku.

Orno menjelaskan, selaku wagub maupun pribadi, dirinya menghormati Murad Ismail, sehingga yang dipikirkan setiap saat ialah menjaga agar jangan sampai ada hal-hal yang dapat merusak hubungan mereka selaku kepala daerah dan wakil kepala daerah, salah satunya seperti pemberitaan oleh salah satu media yang terpaksa Dia laporkan ke Polisi.

Baca Juga  Bahrain Kasuba Buka Kegiatan "Tolak Bala" di Desa Panambuang

Orno menjelaskan, upaya menempuh jalur hukum yang diambil olehnya, dimaksudkan agar publik tahu bahwa dirinya tidak ada kaitan dengan aksi para mahasiswa sebagaimana pemberitaan media itu.

“Secara aturan, Saya mempunyai hak jawab yang bisa saja digunakan atau tidak digunakan. Tetapi Saya sengaja mengedepankan langkah hukum dalam soal ini”, tukasnya. (keket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *