Menurutnya, meski berada di jalur pelayaran penting dan kaya sumber daya kelautan, Maluku masih menghadapi tantangan serius, termasuk kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja.
“Maluku adalah wilayah strategis dalam peta geopolitik maritim Indonesia, tetapi juga sangat rentan terhadap gejolak global,” ujarnya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Barat di Kairatu, Rabu (25/3/2026).
Umar menyebut, dalam dua tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Maluku berada di kisaran 4 persen lebih, namun dinilai masih perlu dipacu agar berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Masih ada ratusan ribu saudara kita yang hidup dalam keterbatasan,” katanya.
Ia juga menyoroti rendahnya pendapatan per kapita dan terbatasnya lapangan kerja yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
“Data-data ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan kehidupan nyata masyarakat yang harus kita perjuangkan,” tegasnya. (Tim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









