Wakapolda Maluku Pimpin Rapat Pembangunan SPKT Polresta Ambon dan P. P. Lease

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes memimpin langsung Rapat Terbatas Untuk Membahas Rencana Pembangunan SPKT Polresta Ambon & P.P. Lease, Kamis (23/7/2020).

Dalam giat ini turut dihadiri, Irwasda Polda Maluku, Karorena Polda Maluku, Wakapolresta Ambon & P. P. Lease, Ka SPKT Polda Maluku, Kabag Faskon Biro Logistik Polda Maluku serta staf Polresta Ambon & P.P. Lease serta staf Birorena Polda Maluku.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes, dalam arahannya memberikan penekanan tentang pentingnya pembangunan SPKT ini sebagai prototype (percontohan) SPKT di Satwil jajaran Polda Maluku, sehingga harus dilaksanakan dengan benar dan melalui perencanaan yang matang.

Baca Juga  Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Maluku, Ini Program Prioritas Jamaludin Bugis

“Nantinya perlunya dibuat SOP dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan di SPKT serta perlunya mengakomodir kearifan lokal dalam ornamen bangunan SPKT sehingga lebih berciri khas Provinsi Maluku,” ujar Wakapolda.

Link Banner

Ditempat Yang sama, Karorena Polda Maluku Kombes Pol Eko Suprihanto dalam paparannya menjelaskan tentang latar belakang usulan pembangunan SPKT Polresta Ambon dan P.P Lease yang menelan anggaran 1,5 Milyar dan bersumber dari anggaran APBN Tahun Anggaran 2021 tersebut.

“Site plan bangunan SPKT yang akan dibangun di lahan Mapolresta Ambon dan P.P. Lease dengan luas bangunan 150 meter persegi,” ujarnya.

Dijelaskan pula oleh Karorena bahwa selain Polda Maluku, prototype SPKT ini juga akan dibangun di Polda Matro Jaya (SPKT tingkat Polsek Metro) dan Polda Kaltara (SPKT wilayah perbatasan).

“Kita patut bersyukur menjadi salah satu Polda yang ditunjuk sebagai representasi dari wilayah Indonesia Timur dalam pembangunan SPKT ini,” ucapnya.

Baca Juga  BPD Desa Linggua Gugat Kebijakan Sepihak Kades

Pada kesempatan itu Irwasda Polda Maluku Kombes Pol R. Heru Prakuso juga memberikan masukan tentang perlunya diakomodir masyarakat kelompok rentan yaitu anak-anak dan ibu menyusui. Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit tersebut diakhiri dengan kegiatan peninjauan lapangan. (keket)