Wakil Bupati Kepulauan Sula Jadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera

oleh -95 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Ir. Hi. M Saleh Marasabessy, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara penurunan Bendera Merah Putih di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, Selasa (17/8/2021) petang tadi.

Bertindak selaku Danpas Penurunan, Briptu M. Faisal Yoisangadji dari Porles Kepulauan Sula.

Sementara itu, bertindak selaku komandan kelompok pada pasukan penurunan bendera M. Iksan Umasugi utusan SMA Negeri 4 Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara. Penjuru kanan, M. Zulfa Rahmanie dari SMA Negeri 1 Sanana. Penjuru tengah, Lulu Areani Rafi Rahada dari SMA Negeri 1 Sanana. Sedangkan Penjuru kiri, Hariyanto Usia dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sanana. 

Pembawa baki pada upacara penurunan bendera atas nama, Regita Inaya Ode Bangsawan dari Sekolah SMA Negeri 4 Sanana.

Sementara, untuk tamu undangan masih sama seperti pengibaran bendera pagi tadi.  Di mana, terdapat sejumlah Forkopimda maupun OPD Pemkab Kepsul serta para orang tua wali dari peserta Paskibraka.

Baca Juga  Bupati Kepulauan Sula Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

Bagi warga Kepulauan Sula, ini peristiwa langka, pasalnya baru kali ini, seorang wakil bupati menjadi inspektur upacara. Hal mana tidak pernah terjadi pada pemerintahan sebelumnya selama lima tahun berkuasa.

Kali ini, wakil Bupati, Ir. Hi. M Saleh Marasabessy untuk menjadi Inspektur upacara pada Upacara penurunan Bendera Merah putih HUT – wakil 76 di Istana Daerah.

Nuansa keharmonisan ini tidak pernah terlihat pada pemerintahan bupati dan wakil bupati sebelumnya, sebab pasca dilantik, Hendrata Thes dan Julfahri Abdullah, tak pernah terlihat bersama sekalipun pada acara kenegaraan.

Bahkan beredar isu, mereka tak lagi sejalan sejak Mahkamah konstitusi (MK) putuskan kemenangan pada pasangan yang berjulukan HT – ZADI itu.

Baca Juga  Bupati Kepulauan Sula Tinjau Pasar Ikan di Desa Bajo

Tak sampai di situ , HT juga tidak pernah melibatkan Julfahri Abdullah pada setiap pengambilan keputusan serta mengamputasi kewenangan wakil bupati.

Ironisnya di akhir masa jabatan mobil dinas dan mobil patwal wakil bupati terparkir di pinggir jalan karena tidak mampu membayar lahan parkir.

Lain HT, lain FAM, di pemerintahan FAM – SAH langkah ini diambil untuk menunjukkan ke publik Kepsul, bahwa bupati dan wakil bupati harus harmonis dan saling menghargai satu sama lain, demi menghilangkan justifikasi sebagian masyarakat Sula bahwa wakil bupati hanya ban serep.

Pantauan media ini, setelah dilantik pada tanggal, 4 April lalu , keduanya terlihat kompak dalam menjalankan roda pemerintahan. dan selalu berkordinasi dalam setiap pengambilan keputusan.

Baca Juga  Presiden Jokowi Serahkan 2.929 SK Perhutanan Sosial. Maluku 115 SK, Malut 102 SK

Pasangan FAM – SAH yang mengusung visi Sula Bahagia ini berkomitmen dalam masa pemerintahannya akan membawa masyarakat Kepsul meraih kebahagiaan. (ifo)

No More Posts Available.

No more pages to load.