Walikota Ambon Canangkan Kampung Tangguh

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kembali mencanangkan Kampung Tangguh. Adalah Kampung Tangguh Nusela, yang merupakan kampung tangguh dari 3 Negeri adat, antara lain Negeri Nusaniwe, Negeri Seilale dan Negeri Latuhalat yang dicanangkan pada Rabu (30/9/2020) bertempat di PPI Erie Negeri Nusaniwe.

Menurut Walikota, kampung tangguh merupakan program kerjasama Pemerintah Kota Ambon dengan Polda Maluku dan Polres Ambon.
“Kampung Tangguh berarti tangguh dari aspek keamanan dan tangguh dari aspek kesehatan,” kata Walikota.

Kampung Tangguh Nusela merupakan Kampung Tangguh ke 4 yang dicanangkan di Kota Ambon.
“Hari ini telah dibentuk Kampung tangguh untuk tiga Negeri. Jadi total sudah ada tujuh Kampung Tangguh di Kota Ambon. Sedangkan di Kota Ambon ada 30 desa. Berarti masih ada 23 desa yang belum. Oleh karena itu saya mendorong camat agar terus memberikan perhatian untuk pembentukan Kampung Tangguh ini,” tandas Walikota.

Walikota menegaskan, penting untuk memberikan motivasi kepada 23 desa lainnya untuk membentuk kampung tangguh, karena menurut menteri keuangan, Indonesia akan mengalami masa krisis ekonomi yang berkepanjangan.
“Oleh karena itu otonomi daerah, terutama otonomi dari segi ketahanan pangan itu sangat penting sekali dari tiap-tiap desa yang ada, seperti yang kita laksanakan sekarang,” jelas Walikota.

Link Banner

Mengingat ketiga negeri ini mayoritas masyarakatnya adalah nelayan, maka Pemkot Ambon mendorong agar sektor perikanan menjadi sektor unggulan untuk ketahanan pangan itu.

Baca Juga  YLBH-RKS dan Polres Kepulauan Sula Teken MoU Bantuan Hukum

Saat pencanangan kampung tangguh pagi tadi, ada beberapa permintaan yang disampaikan para penjual ikan kepada Walikota Ambon terkait bantuan loyang dan payung. Permintaan tersebut mendapat respon positif dari Walikota, yang berjanji akan memberikan bantuan tersebut.

“Memang saya sadari juga bahwa selama ini kita perhatikan suami-suaminya mereka yang merupakan nelayan, padahal yang menentukan harga pasar sekarang ibu-ibu, yang tadi menyampaikan aspirasinya.
Oleh karena itu tempat jualan, loyang dan payung misalnya nanti kita perhatikan. Saya sudah bilang Kadis Perikanan untuk inventarisir, lalu kita akan bantu dalam waktu dekat,” ujar Walikota.

Sementara itu, menurut Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar, program kampung tangguh ini adalah salah satu program nasional dalam menghadapi pendemi corona ini.

“Banyak ketangguhan yang harus di ciptakan. Pertama ketangguhan menghadapi kesehatan, yang kedua menormalkan pertumbuhan ekonomi. Ini adalah cara yang paling tepat untuk digunakan dalam bentuk komunitas-komunitas tertentu. Dan ini harus digairahkan seperti yang dilaksanakan oleh Walikota saat ini, untuk menggairahkan 3 negeri yang ada sekarang,”terangnya.

Baca Juga  Brimob Maluku Semprot Disinfektan di Masjid dan Gereja

Kapolda menekankan, pembentukan dan pencanangan kampung tangguh ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, tetapi tidak melupakan protokol kesehatan. “Ini yang perlu kita sama-sama dukung agar ini bisa menjadi contoh untuk di daerah-daerah yang lain,” sebutnya.

Dikatakannya, Maluku terkenal sebagai daerah kepulauan. Oleh karena itu, pembentukan kampung tangguh di 3 negeri yang mayoritas pekerjaan masyarakatnya adalah nelayan mudah-mudahan menjadi contoh bagi masyarakat Maluku lainnya.

Kapolda juga menjelaskan, di setiap polres bahkan setiap polsek membuat kampung-kampung tangguh ini wilayah masing-masing. Pembentukan kampung tangguh disesuaikan dengan hasil bumi atau sumber daya alam yang ada di desa tersebut. ” Kalau disitu hasil-hasil dari masyarakat misalnya pertanian, yang ditangguhkan adalah hasil pertaniannya. Kalau disitu hasil laut seperti saat ini, maka dioptimalkan hasil lautnya. Sebenarnya prinsipnya produktivitas masyarakat kita tingkatkan maka kehidupan roda pemerintahan tentu juga lebih baik,” ungkap Kapolda.

Baca Juga  Masih verifikasi dokumen pasangan jalur independen, KPU didemo LSM MDW

Disaat pandemi ini, Kapolda berpesan kepada masyarakat, kalau kegiatan agama di tempat ibadah masih terbatas, itu protokol kesehatan yang tetap harus dipatuhi, namun tetap utamakan mendekatkan diri kepada pencipta, sehingga apa yang di hasilkan atas ridho dari yang kuasa. (red/agi)