Walikota Ambon: Pemerintah Serius Tangani Fenomena Ikan Mati Massal

oleh -65 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pemerintah Kota (Pemkot) beserta seluruh instansi terkait serius dalam menangani fenomena ikan mati massal yang terjadi beberapa hari terakhir di beberapa wilayah pantai pesisir selatan Pulau Ambon.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy ketika berbicara pada konferensi pers, Senin (16/9/19), diruang kerjanya menjelaskan, fenomena ikan-ikan mati yang kemudian terdampar di beberapa pantai di Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel), kini meluas hingga mencapai Kecamatan Nusaniwe, Kecamatan Salahutu-Maluku Tengah.

Walikota mengaku, dirinya telah mendapat laporan keberadaan bangkai-bangkai ikan tersebut sejak hari Sabtu, akhir penangkapan lalu.

“Hari Sabtu sore, saya ditelepon salah satu warga di Kecamatan Letisel yang melaporkan bahwa di pantai desa mereka, terdapat banyak ikan-ikan mati yang terdampar,” aku Walikota.

Dari keterangan warga, sebelum ditemukannya ikan-ikan mati, warga mendengar bunyi ledakan yang cukup kuat yang berasal dari laut.

Baca Juga  Jenazah Almarhum Mantan Walikota Ternate Dimakamkan di Gowa

Walikota menambahkan, sejauh ini ikan-ikan yang terdampar adalah ikan-ikan laut dalam dan bukan ikan-ikan pelagis atau ikan-ikan pada perairan dangkal.

Dijelaskan, langkah awal yang diambil Pemkot Ambon dalam menyikapi fenomena tersebut adalah meninjau lokasi terdampar ikan-ikan dibeberapa pantai di Kecamatan Leitisel, yang sudah dilakukan sejak minggu pagi,kemarin.

“Setelah meninjau, mereka sempat melakukan wawancara dengan warga setempat. Diakui, saat itu mereka memang mendengar suara letupan, namun mereka tidak terlalu menghiraukan bunyi tersebut,” jelas Walikota.

Menurut Walikota, untuk mengasumsikan bahwa bunyi tersebut merupakan bunyi yang berasal dari pengeboman ikan, itu sangatlah riskan mengingat pengeboman ikan hanya memiliki radius yang terbatas.
“Sementara yang bisa dikatakan, ledakan tersebut ada kemungkinan berasal dari bekas bom sisa peninggalan perang dunia kedua ataukah ledakan lain, kita belum bisa memastikan dan kita akan terus menelitinya,” ucap Walikota.

Baca Juga  Kapolda & Wakapolda Maluku Pimpin Kurvei Tempat Pemakaman Umum Islam dan Kristen di Kota Ambon

Hingga kini, pihak Pemkot Ambon terus melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait guna meneliti secara pasti penyebab fenomena alam yang terjadi.

Terkait bangkai ikan yang terdampar di beberapa lokasi, Walikota sudah menginstruksikan para Camat untuk melibatkan para Kepala Desa dan Lurah untuk segera menguburkan bangkai-bangkai ikan yang terdampar.
“Hal itu harus segera dilakukan, guna mencegah wabah yang nantinya dapat menganggu lingkungan sekitar,” katanya.

Walikota ketika ditanya mengenai indikasi adanya pergerakan atau pergeseran lempeng bumi yang berimbas pada getaran menjelaskan, dirinya telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon untuk segera berkoordinasi dengan BMKG.

“Pemkot akan mengantisipasi semua kemungkinan yang ada untuk menjawab fenomena alam yang terjadi saat ini, sehingga dapat memberikan kepastian kepada masyarakat,” terang Walikota.

Walikota menghimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dan tidak terpancing dalam menyikapi informasi yang beredar.
“Untuk isu-isu akan adanya gempa atau semacamnya, hal tersebut akan dijelaskan dari BMKG atau BNPB, berdasarkan hasil penelitian, bukan sekedar dugaan semata,” demikian Walikota.

Baca Juga  Ketum HMP Halsel Minta Pemda Serius Tangani Pandemi Covid-19

Dilansir dari laman resmi pemerintah kota Ambon, pemerintah kota telah menurunkan tim untuk Mel akukan pembersihan bangkai ikan yang mati dipesisir pantai di Kecamatan Leitisel.

Pembersihan dilakukan oleh 1 Peleton SatPol PP Kota Ambon yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP, J. Loppies yang dilaksanakan di pesisir pantai Hukurila, pesisir pantai Leihari, pesisir pantai Rutong, dan pesisir pantai Hutumuri.

Kegiatan pembersihan juga diikuti oleh, Camat Letisel beserta Staf, Sekertaris Dinas Perikanan dan Kelautan, Sekertaris Negeri Hukurila, staf Negeri Rutong, Penjabat Negepri Leihari, dan Penjabat Negeri Hutumuri. (keket/lia)