Walikota Pantau Situasi PSBB Ambon

oleh -85 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Kota Ambon, Maluku resmi diterapkan Senin, (22/6).  

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan PSBB masih bersifat sosialiasi dan imbauan selama dua hari penerapan PSBB. Namun di hari ketiga, atau pada Rabu 24 Juni, warga yang tak memakai masker akan dikenakan denda sebesar Rp50 ribu per orang 

Richard bilang bagi para pemilik, pengguna rumah makan, restoran dan cafe yang tidak taat menerapkan aturan PSBB juga dijatuhi sanksi denda sebesar Rp30 juta.

“Di hari ini seluruh tim gugus tugas (Gugas) Ambon turun melakukan sosialiasi di  rumah makan, cafe, toko kantor dan disejumlah pos check point,” kata Richard di sela-sela pantauan di pos check point perbatasan Passo, Senin (22/6/2020). 

Link Banner

Richard optimist wabah virus corona di wilayah Ambon dapat ditekan bila PSBB benar-benar diterapkan dan dipatuhi semua pihak.

Baca Juga  Liput kebakaran motor, wartawan lokal dihajar massa

“Saya percaya, kalau petugas Kesehatan TNI dan Polri bekerja baik, pasti virus corona bisa kita turunkan,” ujarnya.

“Jadi Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang kita terapkan sebelum PSBB menunjukan peningkatan terhadap kesadaran masyarakat, sehingga PSBB ini mengalami kemajuan di sejumlah pos check point,” katanya.

Koordinator pos Chek Point PSBB wilayah perbatasan Passo kota Ambon dan Maluku Tengah, David Passal mengatakan warga yang ingin ke Ambon, wajib membawa KTP, surat kesehatan Puskesmas dan surat pengantar perjalanan pemerintah Desa setempat.

Warga juga diharuskan mengecek suhu tubuh untuk memastikan kondisi sehat sebelum memasuki Ambon. 

Warga yang belum sempat melengkapi surat-surat kelengkapan diri masih diberikan toleransi dua hari ke depan sebelum sanksi hukum diberlakukan pada hari ketiga per Rabu, 24 Juni.

Baca Juga  Gelontorkan Dana Miliaran Untuk Influencer, "Ini Rezim Penggila Realitas Semu"

Mengutip CNNIndonesia.com, sejumlah warga di perbatasan Maluku Tengah yang hendak menuju kota Ambon mendapatkan pemeriksaan ketat di pos check point kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku.

Satu persatu mobil angkutan kota (Angkot), mobil pribadi, mobil truk  dan sepeda motor diberhentikan petugas. Penumpang, sopir dan warga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum melanjutkan perjalanan ke Ambon. 

Bagi warga yang ingin ke Ambon wajib menunjukkan KTP, surat kesehatan Puskesmas dan surat pengantar perjalanan pemerintah Desa setempat. (red/rtm)