Warga Batubual Tolak Pemindahan Pelabuhan Speed Boat

@porostimur.com | Buru: Peralihan pangkalan speed boat yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupatem Buru mendapat reaksi keras dari mahasiswa dan masyarakat Batabual.

Menurut Adam Fuad yang merupakam peserta aksi, kebijakan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Buru untuk memindahkan pangkalan mengakibatkan bertambahnya biaya transportasi, baik masyarakat maupun pemilik kendaraan speed boat dan body fontura.

“Hal ini dikaji dari sisi ekonomi masyarakat, karena pangkalan speed boat yang sebelumnya itu lebih dekat dengan pasar. Akses belanja lebih mudah, cukup dengan jalan kaki, tanpa perlu lagi mengunakan kendaraan”, ujar Fuad.

Menurut Fuad, jika pelabuhan speed boat dipindahkan maka otomatis akan mempengaruhi harga barang di daerah Kecamatan Batabual, karena kebanyakan para penumpang yang naik dari pesisir ke Namlea adalah mereka para pedangang.

Dari dasar itu mahasiswa kecamatan batabual menuntut atas perpindahan pangkalan spead ke pelabuhan dermaga.

Adapun aksi penolakan sebagai berikut:

  1. Menolak pemindahan pangkalan Spead Boad dari kompleks pangkalan pesisir ke pelabuhan lama kerena dinilai membebani masyarakat untuk biaya transportasi darat.
  2. Mendesak pemerintah daerah (Dinas Perhubungan) untuk membangun tembatan perahu yang permanem dilokasi pelabuhan yang selama ini digunakan oleh pemilik kendaraan body fontura, speas boad di pangkalan sebelumnya.
  3. Mendesak kepada dinas perhubungan Kabupaten Buru untuk menyediakan transportasi/kapal penumpang umum yang lebih presentatif untuk melayani rute Kecamatan Batabual ke Namlea.
  4. Mendesak kepada dinas perhubungan untuk segera mengembalikan fungsi pelabuhan yang selama ini di gunakan oleh para pemilik kendaraan fontura dan sped boad karena pelabuhan yang di sediakan saat ini di nilai sangat membebani masyarakat dan para penumpang.
  5. Mendesak kepada dinas perhubungan Dan pihak Basarnas Kabupaten Buru agar segera membangun posko pemantau Serta menempatkan petugas di tanjung kayu putih saat menghadapi musim timur.
  6. Apabilah tuntutan kami tidak di respon maka, Kami akan melakukan aksi yang lebih besar dengan menghadirkan massa yang lebih besar serta akan meminta kepada Bapak Bupati Buru untuk segera mencopot jabatan saudara Djamaludin Samak Dari Jabatan selaku Kadis Perhubungan.

Tuntutan itu direspon baik oleh Kepala Dinas Perhubungan Djamaludim Samak

Ia menjelaskan bahwa pelabuhan yang ada saat ini merupakan aset negara, pemerintah yang harus difungsikan. “Sayangnya jika tidak difungsikan maka pelabuhan itu sangat sia-sia. “katanya.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan harus memikirkan kesalamatan pelayaran. Pemindahan pangkalan speed boat ke pelabuhan dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan.

“Diperairan itu ada musim ombak dan sebagainya, seperti tahun kemarin ada kecelakaan laut yang mengakibatkan satu orang meninggal*, katanya.

Samak menambahkan, dengan adanya pelabuhan ini maka pemerintah dalam half ini dinas perhubungan, dibantu oleh pihak sabandar, polair dan stakeholder lainnya dapat melakukan pengawasan.

Ia menambahkan, Dinas Perhubungan juga telah menyurati pihak Asuransi Jasarl Raharja agar supaya para pelaku usaha transportasi laut dilindungi asuransi.

“Secara ekonomi mereka yang berjualan di pangkalan speed boat akan kami tarik untuk berjualan di pelabuhan dan akan disediakan lapak jualan untuk mereka”, pungkas Samak.(IMA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: