Warga Bobo Terstigma Covid-19, IPB Desak Pemkot Tidore Kepulauan Bersikap

oleh -433 views
Link Banner

Porostimur.com | Tidore: Merebaknya Covid-19 (virus corona) memberi efek negatif bagi masyarakat Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Dikabarkan, warga daerah tersebut mengalami stigma publik terkait pandemi ini. Reaksi protes pun meletup.

Berdasarkan rilis yang diterima porostimur.com, Jumat (1/5/2020), bahwa Mereka mengeluhkan, kini banyak sekali masyarakat kelurahan lain sensitif terhadap masyarakat Kelurahan Bobo. Marak kabar beredar jika masyarakat Kelurahan Bobo banyak yang terinfeksi virus corona.

Kisah menyakitkan diungkap Yusran, salah satu warga Bobo. Katanya, ketika hendak pergi berbelanja di pasar, mereka sering diinterogasi soal identitas oleh supir mikrolet (kendaraan umum).

“Katanya, kalau namanya orang Bobo, tidak bisa naik ke mobil karena masyarakat Kelurahan Bobo banyak yang kena positif virus corona, “cetusnya.

Baca Juga  Masyarakat Desa Capalulu Minta Inspektorat Segera Keluarkan Hasil Audit

Menurutnya kondisi ini membuat masyarakat Kelurahan Bobo kebingungan. Muncul pertanyaan-pertanyaan, apa yang menyebabkan hingga timbul stigma dari masyarakat di kelurahan lain terkait dengan isu positif Covid-19 di Kelurahan Bobo.

Stigma masyarakat tersebut memantik sikap Ikatan Pemuda Bobo (IPB). “Ini adalah bentuk diskriminasi dalam pendidikan yang sering memicu konflik sosial di Kota Tidore Kepulauan,” kata Imbran Husen dan Aidar Salasa, pengurus IPB, melalui keterangan tertulisnya.

“Karena Tidore juga kota pendidikan maka pemerintah daerah harus menetralisir semua masyarakat agar tidak terjadi konflik dalam menghadapi Covid-19 di Kota Tidore Kepulauan, ”tegas Aidar.

Lanjutnya IPB berpendapat, ini tanggung jawab Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, untuk memberikan penjelasan ke publik terkait fakta dari kekisruhan ini.

Baca Juga  Jimi Hendrix sampai John Lennon, Musisi Terkenal yang Memprediksi Kematian Mereka Sendiri

“Harus kasih keterangan, apa masyarakat Kelurahan Bobo memang semua positif Covid-19. Untuk mengimbangi hal yang bisa memicu kegaduhan di masyarakat maka pemerintah secepatnya mengambil langka lebih bijak untuk sosialisasi soal Covid-19 di setiap kelurahan agar masyarakat tau mana yang positif, dan mana yang tidak positif,” tandasnya.

Aktivis IPB lainnya, Imbaran menuturkan, penjelasan pemerintah sangat penting agar masyarakat di luar Kelurahan Bobo juga tahu.

“Karena saat ini itu isu liar yang berkembang di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara,” ucapnya.

Tuntutan tersebut disampaikan IPB, karena sampai saat ini masyarakat belum pernah mendengar pemberitahuan dari petugas penanganan Covid-19 di Kota Tidore Kepulauan, terkait persoalan ini.

Baca Juga  BKKBN launching SSK di SMASKris YPKPM Ambon

“Pemerintah harus melakukan sosialisasi. Karena ini terkait data dan data itu ada di tim Satgas Penanggulangan Covid-19. Sementara kami tau beberapa masyarakat di Kelurahan Bobo dikarantina bukan karena positif virus corona atau Covid-19. Itu berbeda dengan pandang sebagian besar masyarakat,” keluh Imbaran.

Untuk mengatasi tekanan psikologis yang kini sedang melanda masyarakat Kelurahan Bobo, IPB mendesak Tim Satuan Tugas Satgas Penangan Covid-19 Kota Tidore Kepulauan untuk segera memberikan pemberitahuan kepada masyarakat di tiap kelurahan tentang fakta yang sesungguhnya di Kelurahan Bobo. (adhy)