Warga Capalulu Pasang Spanduk Tolak Hendrata Thes di Desa

oleh -234 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Warga Desa Capalulu, Kecamatan Mangole Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula melakukan aksi protes atas berlarut-larutnya penyelesaian kasus penyelewengan ADD dan DD yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Warga pun memasang spanduk bertuliskan Bupati Sula Hendrata Thes Diduga Melindugi Kades Capalulu. Masyarakat Capalulu Tolak Hendrata Thes Datang di Capalulu, Rabu (12/2/2020)

Warga secara gotong royong mendirikan spanduk sebagai bentuk keresahan dan geram dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap kasus yang meresahkan masyarakat ini.

Warga khawatir dan cemas berlarut-larutnya penyelesaian kasus ini bisa berdampak pada munculnya gesekan di masyarakat bahkan dapat memicu konflik dan kekerasan antar warga.

Link Banner

“Dugaan penyelewengan ADD dan DD merusak hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di kampung kami. Kami mohon kepada aparat Penegak hukum dan pemerintah daerah untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Kalau terus dibiarkan, maka bisa rusak Kampung kami,” kata Sahrul Ipa, saat sedang bersama puluhan masyarakat mendirikan spanduk.

Baca Juga  Kantor dan Pergudangan Hub Logistik Trans Continent di Bitung Resmi Beroperasi

Bagi warga, didirikannya spanduk ini dapat membuka mata Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya penegak hukum Polres Kepulauan Sula. Baliho ini juga diharapkan bisa membikin malu kepala desa dan aparatnya.

“Kami minta Pemkab dan Polres buka mata soal masalah di desa kami. Kami sudah sangat resah, mana katanya penegakan hukum dan keadilan hukum? Tolong, jangan ada tebang pilih?” tegas warga.

Sahrul, menegaskan, mewakili masyarakat Desa Capalulu, Kecamatan Mangole Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya dan Indonesia pada umumnya, dengan tegas akan memerangi adanya korupsi di desa. Warga minta aparat yang berwenang untuk tegas dan adult dalam menegakkan aturan hukum.

“Kami ingin negara kita maju dan bebas dari korupsi. Korupsi merusak bangsa dan merongrong negara. Dengan dipasangnya spanduk ini, kami sepakat bahwa tidak ada tempat lagi untuk koruptor di kampung kami,” katanya.

Baca Juga  Jalani tryout II, SDN 1 Ambon pasang kuda-kuda

Warga lain, Cirai Umamit angkat bicara. Dikatakanya, jika indikasi korupsi oleh aparat desa sudah dalam tingkat bahaya. Meskipun di kalangan masyarakat luas sudah berulang kali meminta ke pemerintah dan penegak hukum untuk lebih progresif penindakan dan pencegahannya.

“Sejauh ini hasil yang dilakukan oleh penegak hukum dan pemerintah daerah kurang memuaskan. Tentunya permasalahan ini sudah sangat krusial dan sangat-sangat perlu diwaspadai,” kata dia.

“Seolah-olah kepala desa dan perangkatnya kebal hukum. Masyarakat semakin tidak percaya dengan upaya pemerintah dan penegak hukum dalam kasus ini,” tukasnya. (ifo)