Warga Daruba, Namlea dan Saumlaki Juga Bisa Melihat Gerhana Matahari Cincin tanggal 26 Desember 2019

oleh -96 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2019 dapat diprediksi keberulangannya secara global. Gerhana yang dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut siklus Saros tertentu akan berulang hampir setiap 18 tahun 11 hari 8 jam.

Dua gerhana berdekatan dalam satu siklus Saros yang sama, konfigurasi posisi Matahari, Bulan, dan Buminya akan hampir sama. Karena itu pola peta gerhana global kedua gerhana tersebut akan mirip, meskipun lokasi visibilitas gerhananya berbeda. Sebagai contoh GMC 26 Desember 2019 ini merupakan anggota ke 46 dari 71 anggota pada siklus Saros 132.

Gerhana Matahari sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GMC 14 Desember 2001. Adapun gerhana yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GMC 5 Januari 2038. Meskipun peristiwa GMC di suatu lokasi dapat diprediksi dengan baik, peristiwa tersebut tidak berulang di lokasi tersebut dengan siklus tertentu.

GMC sebelumnya yang dapat diamati di Indonesia adalah GMC 22 Agustus 1998, yang jalur cincinnya melewati Sumatera bagian Utara dan Kalimantan bagian Utara, dan GMC 26 Januari 2009 yang jalur cincinnya melewati Sumatera bagian Selatan dan Kalimantan.

Adapun GMC yang akan datang yang dapat diamati di Indonesia adalah GMC 21 Mei 2031, yang jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, serta GMC 14 Oktober 2042 yang jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.

zonautara.com
Peta lintasan Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 di dunia.(Image: BMKG)

Kota-kota Indonesia Timur yang bisa melihat Gerhana Matahari Cincin tanggal 26 Desember 2019, yaitu:

Baca Juga  Tim Tarsius Polres Bitung Amankan 2 ABG Pemilik Senjata Tajam

Nusa Tenggara Timur. Gerhana yang teramati dari Nusa Tenggara Timur berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,561 di Baahingga 0,647 di Ruteng. Gerhana di Nusa Tenggara Timur akan dimulai pada pukul 12.39 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.18 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.42 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Nusa Tenggara Timur rata-rata adalah 3 jam 03 menit.

Sulawesi Barat. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Barat berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,870 di Pasangkayuhingga 0,809 di Majene. Gerhana di Sulawesi Barat akan dimulai pada pukul 12.22 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.14 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.47 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Barat rata-rata adalah 3 jam 24 menit.

Sulawesi Selatan. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Selatan berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,823 di Masamba hingga 0,719 di Benteng. Gerhana di Sulawesi Selatan akan dimulai pada pukul 12.26 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.15 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.47 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Selatan rata-rata adalah 3 jam 21 menit.

Sulawesi Tengah. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Tengah berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,919 di Toli-Toli hingga 0,810 di Bungku. Gerhana di Sulawesi Tengah akan dimulai pada pukul 12.29 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.20 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.51 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Tengah rata-rata adalah 3 jam 22 menit.

Baca Juga  GMKI Nilai Panitia Musda KNPI Halsel Tidak Punya Pendirian

Sulawesi Tenggara. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Tenggara berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,791 di Wasusua hingga 0,713 di Wangi-Wangi. Gerhana di Sulawesi Tenggara akan dimulai pada pukul 12.35 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.21 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.49 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Tenggara rata-rata adalah 3 jam 14 menit. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Tenggara berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,791 di Wasusua hingga 0,713 di Wangi-Wangi.

Gorontalo. Gerhana yang teramati dari Gorontalo berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,893 di Marisa dan Kwandang hingga 0,884 di Gorontalo dan Suwawa. Secara umum, gerhana di Gorontalo akan dimulai pada pukul 12.34 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.24 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.53 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Gorontalo rata-rata adalah 3 jam 19 menit.

Sulawesi Utara. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Utara berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,944 di Tahuna hingga 0,870 di Bolaang Uki. Gerhana di Sulawesi Utara akan dimulai pada pukul 12.41 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.28 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.55 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Utara rata-rata adalah 3 jam 14 menit.

Maluku Utara. Gerhana yang teramati dari Maluku Utara berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,869 di Daruba hingga 0,783 di Sanana. Gerhana di Maluku Utara akan dimulai pada pukul 13.50 WIT, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.33 WIT, dan gerhana akan berakhir pada pukul 16.57 WIT. Durasi gerhana yang teramati di Maluku Utara rata-rata adalah 3 jam 6 menit.

Baca Juga  Europe on Screen 2020 akan Digelar secara Daring

Maluku. Gerhana yang teramati dari Maluku berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,735 di Namlea hingga 0,554 di Saumlaki. Secara umum, gerhana di Maluku akan dimulai pada pukul 14.02 WIT, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.36 WIT, dan gerhana akan berakhir pada pukul 16.53 WIT. Durasi gerhana yang teramati di Maluku rata-rata adalah 2 jam 51 menit.

Papua Barat. Gerhana yang teramati dari Papua Barat berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,772 di Waisai hingga 0,648 di Kaimana. Gerhana di Papua Barat akan dimulai pada pukul 14.09 WIT, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.42 WIT, dan gerhana akan berakhir pada pukul 16.58 WIT. Durasi gerhana yang teramati di Papua Barat rata-rata adalah 2 jam 49 menit.

Papua. Gerhana yang teramati dari Papua berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,704 di Sorendiweri hingga 0,429 di Merauke. Gerhana di Papua akan dimulai pada pukul 14.26 WIT, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.48 WIT, dan gerhana akan berakhir pada pukul 16.56 WIT. Durasi gerhana yang teramati di Papua rata-rata adalah 2 jam 30 menit. (red/rtl)