Warga GPM Kecam Intervensi Gubernur Maluku dalam Proses Pemilihan Rektor UKIM

oleh -3.056 views
Link Banner


Porostimur.com | Ambon: Beredarnya surat Gubernur Maluku, Drs Murad Ismail yang merekomendasikan Dr Drs Josephus Noya, M.Si untuk maju sebagai Calon Rekotor Universitas Kriten Indonesia Maluku (UKIM) mendapat kecaman dan reaksi keras dari sejumlah warga Gereja Protestan Maluku(GPM).

Kepada Porostimur.com, Sabtu (7/8/2021), Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth sekaligus Anggota Majelis Pekerja (MPK) Klasis Pulau Ambon, Phil Latumaerissa, S.Pd, megatakan, rekomendasi Gubernur Maluku dengan Nomor: 424/2364 tertanggal 22 Juli 2022 ini mengandung intervensi kekuasaan dan intervensi politik dalam proses rekrutmen Rektor UKIM dan menunjukan campur tangan kekuasaan dan politik yang dapat mempengaruhui integritas serta kebebasan akademik, kebebasan mimbar akadimik dan otonomi intelektual para anggota senat.

Latumaerissa bilang bahwa jabatan Rektor UKIM adalah jabatan yg sarat dengan kapasitas intelektual, profesional, akademis dan jabatan pelayanan bukan jabatan jabatan politik, karena itu tidak diperkenankan untuk ada intervensi dari pihak luar apalagi dari seorang gubenur.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Tanggamus, Lampung

Menurut Latumaerissa, rekomendasi Gubernur Maluku ini, menunjukan bahwa ada konflik kepentingan atau konflik interes sehingga akan berdampak buruk terhadap citra dan kemandirian intelektual di UKIM. “Karena itu sebagai aparatur gereja dan warga gereja kami menolak semua bentuk intervensi kekuasaan dan politik dalam proses rekrutmen Rektor UKIM,” tegas Latumaerissa.

“Saya menilai bahwa ada oknom-oknom tertentu yang memanfaatkan atau menjadikan Gubernur Maluku sebagai alat kepentingan mereka dengan cara memberikan advice untuk Gubernur Maluku membuat rekomendasi dan ini dapat memberikan penilaian negatif bagi Gubernur sendiri sebab dianggap terlalu jauh mengintervensi proses rekrutmen Rektor UKIM”, imbuhnya.

Latumaerissa mengingatkan Gubernur Maluku agar jangan terjebak atas permainan para oknom- oknom tertentu yang hanya ingin mencari keuntungan dari surat rekomendasi ini.

Baca Juga  Mendaftar di Hari Terakhir, TULUS Sah Jadi Kontestan Pilwakot Ternate

Latumaerissa juga meminta Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk menjelaskan motif dan alasan pemberian rekomendasi ini. “Sebab sebagai aparatur dan warga GPM kami menilai gubenur sudah terlalu jauh mencampuri urusan internal UKIM,” ujar Latumaerissa.

“Karena itu dimintakan kepada Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM untuk menyikapi rekomendasi Gubernur Maluku ini dan dibicarakan bersama antara MPH Sinode sebagai pemilik. GPM sebagai pembina dan senat UKIM sebagai pelaksana harus membereskan masalah ini, sehingga tidak menimbulkan rekasi dari warga GPM dan dapat memberikan penilai negatif,” sambungnya.

Lebih jauh Latumerisa mempertayakan Senat UKIM, apakah konten dari Statuta UKIM sudah merujuk pada pedoman pembuatan statuta yang berlaku sesuai dengan regulasi tentang perguruan tinggi baik UU No 12 Tahun 2012 maupun PP dan Keputusan Menteri terhadap posisi pimilik perguruan tinggi (UKIM) dalam rekrutmen rektor agar tidak berdampak pada proses rekrutmen, pemilihan dan pelantikan rektor nantinya.

Baca Juga  Mengintip Keindahan Tugu Gitar di Taman Pattimura Ambon yang Instagramable

“Kepada para penguasa di negeri ini untuk tidak melakukan intervensi dalam bentuk apapun dalam proses pemilihan Rektor UKIM, sebab sebagai aparatur gereja dan warga gereja jika kehormatan dan harga diri kita diintervensi maka kita tidak perlu diam atas perbuatan-perbuatan itu,” pungkasnya. (olof)

No More Posts Available.

No more pages to load.