Warga Kepulauan Sula Dipanggil Polisi Karena Guyonan Gus Dur, Fadli Zon: Dekati Otoriter

oleh -1.584 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ikut menyoroti langkah polri yang memanggil pemilik akun Facebook yang menggunggah guyonan Gus Dur soal polisi jujur. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan Indonesia saat ini makin jauh dari demokrasi dan mendekati otoriter.

“Inilah salah satu contoh menunjukkan kita makin jauh dari demokrasi dan mendekati otoritarianisme,” katanya melalui cuitannya di akun Twitter @fadlizon, Kamis (18/6/2020).

Menuarut anggota DPR RI ini, seharunya pemerintah saat ini malu yang selalu berkoar-koar bilang demokrasi, tapi nyatanya malah otoriter.

“Mengutip Gus Dur saja bisa urusan dengan polisi. Kok masih berani bilang negara demokrasi,” katanya.

Seperti diketahui, salah satu warga Maluku Utara diapnggil polisi karena mengunggah guyonan Presiden keempat Abdurrahman Wahid soal polisi jujur ke media sosial Facebooknya. Guyonan Gus Dur tersebut adalah bahwa hanya ada 3 polisi jujur di Indonesia, yakni patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng.

Baca Juga  Balai Taman Budaya Helat Lomba Seni antar Sanggar Sekota Ambon

Anggota Komisi III DPR dari Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan juga merespons persoalan ini. Mantan sekretaris jenderal (sekjen) Partai Demokrat itu mengaku mengutip guyonan Gus Dur itu untuk bukunya.

“Apakah saya harus diperiksa juga?” ujar Hinca melalui akun @hincapandjaitan di Twitter.

Fadli Zon lantas merespons twit Hinca tersebut. Wakil ketua umum Partai Gerindra itu menyebut era Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jauh lebih demokratis. (red/rtm)