Warga Leihari dan Rutong Lapor Banyak Ikan Mati Terdampar, Dinas Perikanan Kota Ambon Langsung Turun Cek

oleh -69 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Warga Leihari dan Rutong di Pulau Ambon digegerkan dengan penemuan ikan-ikan yang mati terdampar di pesisir pantai kedua desa tersebut, Minggu (15/9).

Mendapati fenomena yang tidak biasa itu, warga pun berinisiatif melaporkan temuan tersebut kepada Pemerintah Kota Ambon.

Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Kelautan, S.Patty dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ambon, J.Loppies beserta tim dari Balai Karantina, Balai Pengawasan dan Balai Riset Perikanan Ambon pun langsung melakukan peninjauan ke lokasi.

Dilansir dari laman resmi pemerintah Kota Ambon, Kadis mengakui setelah melakukan peninjauan, dan menemukan fakta ikan-ikan yang mati terdampar sebagaimana dilaporkan oleh warga.


“Memang benar, sesuai kondisi yang kami temui saat melakukan peninjauan lokasi, terdapat banyak bangkai ikan di sepanjang pesisir pantai,” aku Kadis.

Baca Juga  Waspada, Ini Dia Ciri-ciri Virus Corona Varian Mu

Menurut Kadis, setelah melakukan peninjauan, dirinya sempat menemui beberapa warga sekitar guna menanyakan keberadaan bangkai-bangkai ikan tersebut.

Dan dari pembicaraan Kadis Perikanan dengan warga sekitar, Kadis menjelaskan, warga sekitar juga sudah mengkonsumsi ikan tersebut.

“Kesimpulan sementara yang kami peroleh dari hasil pembicaraan kami dengan masyarakat, bahwa ikan-ikan tersebut mati bukan karena keracunan, karena berdasarkan pengakuan warga, setelah mengkonsumsi, tidak terdapat tanda-tanda keracunan,” ucapnya.

Laman ambon.go.id, melaporkan, bangkai ikan yang diambil dari beberapa lokasi, lanjut Kadis, kemudian diteliti dilaboratorium Balai Karantina.

“berdasarkan hasil penelitian, diduga sementara ikan-ikan yang mati dan terdampar disepanjang pantai di Kecamatan Leitimur Selatan adalah karena faktor getaran atau ledakan yang cukup kuat,” jelas Kadis.

Baca Juga  Kajari Sanana Warning 78 Kepala Desa Soal Penggunaan Dana Desa

Terkait getaran dimaksud, Kadis menjelaskan, kesimpulan dugaan tersebut berdasarkan ditemukannya kerusakan pada bagian tulang ikan.

“Kami mendapati kerusakan struktur dan pendarahan disekitar tulang ikan. Hal ini hanya terjadi apabila ada getaran yang cukup kuat didaerah kedalaman,” terang Kadis.

Ikan mati yang terdampar di Rutong dan Leihari

Kadis menambahkan, hasil penelitian dan kesimpulan yang sudah dilakukan siang tadi, hanya bersifat sementara untuk menjelaskan bahwa keberadaan bangkai-bangkai ikan tersebut bukan karena keracunan.

“Bangkai ikan yang kami dapati, sebagian besar adalah ikan-ikan karang yang hidup pada kedalaman hingga 100 meter, besok, kami beserta tim dari LIPI akan melakukan penelitian lanjutan dengan melakukan penyelaman guna melihat langsung dan memastikan keberadaan terumbu karang yang ada pada wilayah sekitar,” demikian Kadis. (keket/lia)