Warga Ngade Tolak Asrama Haji Ternate Sebagai Lokasi Karantina Pasien Covid-19. Ini Tanggapan Kakanwil Kemenag Malut

oleh -172 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Menanggapi aksi penolakan warga Ngade Kota Ternate terhadap rencana pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui tim Gugus Tugas Covid-19 untuk mengggunakan gedung asrama haji sebagai rumah singga atau transit bagi pelaku perjalanan yang baru tiba di Ternate untuk pencegahan Penularan Covid-19

Dalam menanggapi Aksi yang dilakukan warga Ngade pada Rabu (29/04) tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Utara H. Sarbin Sehe, menjelaskan bahwa sesuai surat yang diterimanya dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku Utara Nomor 42/Covid-19/MU/IV/2020 tertanggal 18 April 2020 tentang Izin pemakaian Asrama Haji

Dalam surat tersebut Tim Gugus Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku Utara meminta Izin untuk pemakaian Gedung Asrama Haji transit Ternate yang berada di Ngade, mengingat masih terbatasnya ruangan yang digunakan untuk tempat transit bagi mereka yang baru melakukan perjalanan keluar dari Provinsi Maluku Utara untuk kembali ke kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Maluku Utara sebagai upaya pencegahan Penularan Wabah Covid-19

Baca Juga  Pegawainya Positif Covid 19, Kantor KemenkumHAM Malut Libur Sampai 27 Desember

Untuk menanggapi surat dari Tim Gugus pencegahan Covid-19 Provinsi Malut tersebut, melalui surat dari Kanwil Kemang Maluku Utara Nomor /B/Kw.27.3/1/Hj.02/04/2020 tertanggal 20 April 2020 Kakanwil menyampaikan bahwa demi percepatan pencegahan tanggap darurat Covid-19 Kanwil Kemenag Malut tidak keberatan dan mendukung pemerintah dalam upaya melawan Covid-19

Namun terkait izin penggunaan Asrama Haji, H. Sarbin mengatakan harus mendapat persetujuan dari Dirjen penyelenggaraan haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI

Selanjutnya, Kakanwil menjelaskan juga bahwa untuk menunggu proses persetujuan dimaksud maka asrama haji bisa digunakan, namun dengan beberapa ketentuan,

Ketentuan pertama Sebutnya, bersama mensosialisasikan dengan Masyarakat seputaran Asrama haji yang melibatkan Babinsa/Keamanan, lurah, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda

Kedua, status penempatan Asrama haji hanya diperuntukan bagi penumpang transit dan bukan selain status orang tersebut sehingga jelas bagi masyarakat sekitar Asrama haji

Baca Juga  SMK 1 Ambon Gelar Reuni Akbar dan HUT Sekolah

Ketiga, biaya operasional untuk kebutuhan tanggap darurat Covid-19 di asrama haji tidak tersedia sehingga butuh kejelasan terkait kebutuhan tersebut

Keempat, sebelum dan sesudah digunakan untuk kepentingan tanggap darurat percepatan Covid-19, mohon untuk dibersihkan sesuai standar Protokol kesehatan

Kelima, operasional keberangkatan jamaah haji akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2020, sehingga batas waktu penggunaan fasilitas Asrama haji hanya diizinkan sampai dengan tanggal 10 Juni 2020

Keenam, fasilitas hanya akan diizinkan menggunakan wisma Zam-zam lantai 4 karena bersamaan dengan saat ini sedang dilakukan persiapan pembangunan asrama haji melalui dana SBSN sehingga penumpukan dan mobilisasi material bangunan akan segera dilakukan

Ketujuh, pada area inap pengguna yang telah disepakati agar dapat dilakukan sekat minimal tinggi pagar 1,5 meter sehingga pengamanan penumpang transit yang ditempatkan di asrama haji dapat terpantau

Baca Juga  Kabag Ops Polres Halsel Pimpin Apel Gelar Ops Bina Kusuma I Tahun 2020

Selain itu, Ia menyampaikan bahwa wabah Covid-19 adalah musibah Nasional untuk itu kepada masyarakat Ia mengajak agar bersama-sama dengan pemerintah untuk melakukan langka percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Maluku Utara

Ia juga berharap agar masyarakat, tokoh Agama, tokoh adat, para alim ulama yang ada di provinsi Maluku Utara agar tidak melakukan stigma terhadap mereka yang terpapar Covid-19 baik yang berstatus OTG, ODP maupun PDP karena mereka bagian dari kita

Ia berharap agar Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh agar masyarakat dapat menerimanya, tidak dijauhi dan didiskriminasi sebagaimana biasanya sebelum Ia sakit

“Kita terus membangun kebersamaan dalam kemanusiaan, yang kita lawan, yang kita musuh dan yang kita jauhi adalah Virusnya bukan manusianya”, tutup Kakanwil. (red/inmas)