Warga Pateng Tolak Tim Satgus Halbar Jemput Dua Pasien Positif Covid-19

oleh -722 views
Link Banner

Porostimur.com | Jailolo: Warga Desa Payo Tengah (Peteng) Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) menolak Tim Satuan Gugus Tugas (Satgus) Kabupaten Hamahera Barat (Halbar) menjemput dua orang warganya yang merupakan pasien positif Coronavirus (Covid-19).

Tim Satgus datang ke desa itu untuk menjemput dua orang pasien yang dibawa pulang oleh keluarganya dari lokasi karantina Pada Rabu 14 Mei lalu.

Dua pasien positif Covid-19 ini dijemput paksa oleh pihak keluarga saat diisolasi di Rumah susun (Rusun) desa Acango, Kecamatan Jailolo.

Tim Gugus bersama aparat Kepolisian, Ahad (17/5/2020) datang ke desa Pateng Kecamatan Jailolo, untuk membawa kembali kedua pasien ke lokasi karantina, namun upaya itu sia-sia disebabkan karena mendapat penolakan dari kelurga pasien maupun warga di desa, dengan alasan tertentu.

Pihak kelurga dan warga menginginkan agar penjemputan dilakukan oleh Dinkes Halbar sekaligus memberikan kejelasan maupun jaminan kepada kelurga dan warga desa.

Baca Juga  Danlanud Pattimura Ikuti MUSRENBANG RKPD Provinsi Maluku Dengan _Virtual Meeting

“Dinas Kesehatan harus turun dan berikan penjelasan dan jaminan, jika pasien positif kembali dibawa ke rusun, jangan sampai pasien kembali mengeluh, karena pelayanan yang tidak maksimal,” ujar Fadli.

Sementara Kepala BPBD Imran Lolori ketika dikonfirmasi menyatakan, Tim Gustu Kabupaten Halbar telah berupaya menjemput dua pasien positif, namun mendapat penolakan dari warga dan keluarga pasien.

”Prinsipnya kami mengikuti protokol kesehatan untuk menjemput pasien, namun ditolak oleh keluarga pasien,” katanya.

Imran mengaku, untuk fasilitas di Rusun saat ini sudah disiapkan, bahkan kekurangan yang ada di dalam kamar pasien juga sudah dilengkapi.

”Yang kita hadapi ini musibah, sehingga berbagai kekurangan bisa dikomunikasikan dengan baik untuk bisa dilengkapi. Jangan jadikan musibah ini sebagai pertikaian, karena musibah ini semua dapat imbasnya, jika tidak ditangani dengan baik,” pungkasnya. (ash)