Warga Rutong Temukan Mayat Hanyut Mengapung di Laut

oleh -37 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021, pukul 21.30 WIT bertempat di Kawasan Ohu Negeri Rutong Kecamatan Leitimur Selatan, telah ditemukan sesosok jenazah laki-laki dalam keadaan mengapung di laut kurang lebih 50 meter dari pesisir pantai.

Diketahui identitas jenazah tersebut bernama Godief Haulussy, TTL Haruku 15-03-1967, pekerjaan PNS Perindustrian, Agama Kristen Protestan dan beralamat di Negeri Rutong.

Menurut keterangan an.Sdr. Paul Armando Hendriks Alias Poli, umur 20 tahun, agama Kristen Protestan, pekerjaan tidak ada, alamat Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan. Sekitar kurang lebih Pukul 20.00 WIT, Sdr. Evan Lewaherilla umur 16 tahun, agama Kristen Protestan, pekerjaan tidak ada, alamat Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan, menjelaskan bahwa awalnya sekitar pukul 20.00 WIT, saksi berangkat dari rumahnya dengan tujuan untuk menyelam (memanah Ikan).

Sesampainya di TKP kami menemukan satu unit bodi yang sementara terapung (hanyut) kemudian saya dan teman saya menariknya ke pesisir pantai untuk mengembalikan perahu ke pemiliknya (Bapak Poli Haulussy), kemudian kami kembali lagi ke Laut untuk menyelam (memanah ikan) dan kami dayung menuju tempat yang kami akan menyelam (memanah ikan) kurang lebih 50M dari pesisir pantai. tiba – tiba dari jarak 2M dari posisi saya dan teman saya, terlihat seperti sebatang kayu, kemudian saya menyalakan senter yang saya pegang.

Ketika saya dan teman saya lebih mendekat, terlihat bagian punggung dan kepala tanpa menggunakan baju hanya menggunakan celana pendek yang berwarna coklat. Kemudian teman saya mendayung kembali ke Pesisir pantai, sekitar Pukul 21.30 Wit langsung saya dan teman saya menuju Polsek Leitimur Selatan dan melaporkan kepada petugas Polsek Leitimur Selatan.

Sesudah melapor, mereka bersama – sama petugas polsek Leitimur Selatan menuju ke pantai Ohu kemudian mayat tersebut diambil dari laut menuju ke pantai ohu yang mana mayat tersebut adalah Godief Haulussy alias Otis yang adalah saudara dari Bapak Paulus Haulussy Alias Poli.

Baca Juga  MUI Sulteng Prihatin Aksi Pembantaian oleh Terduga Teroris MIT di Sigi

Pada pukul 22.00 WIT, mayat tersebut di evakuasi ke pesisir pantai dan di larikan ke Puskesmas Rawat Inap Negeri Hutumuri untuk divisum, dan dari hasil visum Dokter menerangkan bahwa mayat tersebut tidak terdapat adanya tanda – tanda kekerasan.

Menurut keterangan dari, Avia Maria Souhuwat warga Negeri Rutong yang berumur 55 tahun, Pekerjaan PNS, Agama Kristen Protestan, Sekitar pukul 16.30 WIT, setelah Bapak poli kembali dari melaut Avia sempat menanyakan ikan hasil melaut kepada bapak poli, kemudian bpk menyampaikan bahwa bodi katinting ini bocor jadi tidak dapat ikan.
“Mana ikan,” tanya Avia, Bodi katinting bocor jadi tidak dapat ikan,” jawab Poli.

Kemudian sekitar Pukul 16.45 WIT, Bapak Poli menyampaikan bahwa Saya akan mengangkat mesin 8 PK dan bodi ke darat sementara itu Bapak Godlief Haulussy alias Otis masih tetap berada di pantai sambil memegang Bodi tersebut. kemudian saya dengan Bapak poli kembali lagi ke pantai bertemu dengan Bapak Otis sementara berjaln menuju ke arah rumah, tetapi saya dengan Bapak Poli (Suami) pergi mengambil barang-barang sisa dari bodi tersebut dan kita membiarkan bodi tersebut mengapung di pesisir pantai.

Kemudian bapak otis bertanya kepada Bapak poli bahwa Bodi dimana dan bapak poli menjawab bahwa bodi sementara berada di pesisir pantai sementara mengapung dan tidak di ikat. Lalu Bapak Otis melanjutkan menjemur pakiannya sekitar Pukul 19.40 WIT. sehabis jemur pakian Bapak otis mandi dan setelah itu saya tidak tau Bapak Otis kemana.

Menurut keterangan dari Paulus Haulussy, Umur 62 tahun, Pekerjaan Pensiunan, Agama Kristen Protestan, Alamat Negeri Rutong. ” Pukul 16.00 Wit Saya pergi melaut tetapi bodi yang saya gunakan bocor terus saya kembali ke pesisir pantai, lalu sekitar 16.30 WIT Saya membuka tali Naju dan semang setelah itu Saya mengangkat semua papan-papan yang terdapat di dalam bodi dan jangkar dua buah untuk di pindahkan ke bodi yang besar yang sementara berada di daratan dan juga manara – manara pancing yang yang saya bawa saat itu,” katanya.

Baca Juga  KPU Halbar Launching Pilkada 2020

Kemudian sekitar 17.00 WIT, Saya meminta istri Saya untuk memanggil Otis adik Saya (almarhum) untuk membawa parang dan gaba – gaba, lalu adik Saya mengikuti saya ke pesisir pantai, kemudian adik saya (almarhum) meminta saya untuk mengangkat mesin terlebih dahulu. Lalu Saya dan istri saya membawa mesin sementara Otis (Almarhum) masih tetap menunggu di pesisir pantai sambil memegang bodi tersebut.

Setelah itu Saya bersama istri kembali ke pantai, tetapi Otis (Almarhum) berjalan kembali ke rumah sekitar 10M dari pesisir pantai, dan saya menanyakan adik mau ke mana lai? dan adik saya menjawab bahwa beta mau bawa pulang parang. kemudian saya mengambil parang untuk kembali ke pesisir pantai untuk memotong gaba – gaba . Saya bersama isrtri menunggu di pesisir pantai, tetapi Otis (Almarhum) tidak kembali sekitar pukul 17.40 WIT, saya mendorong bodi tersebut ke arah lautan kemudian saya dan istri saya kembali kerumah dan setelah itu saya tidur.

Istri saya membangunkan saya sekitar pukul 20.50 Wit. dan mengatakan kepada saya bahwa Evan sudah dapat bodi kemudian kami kembali ke pantai bersama – sama dengan Evan untuk melihat bodi tersebut dan kemudian saya, Evan dan temannya menarik bodi tersebut kedaratan (pesisir pantai) kemudian Evan dan temannya pergi menyelam (memanah Ikan).

Baca Juga  Cabuli anak orang, sopir angkot dipolisikan

Sekitar kurang lebih 20 menit Sdr. Jemy Sahertian datang kerumah untuk menanyakan keberadaan Saya, “Ma Mey Bpk Poli dimana” ma mey Menjawab Poli ada makan. kemudian Jemy menyampaikan bahwa ada penemuan mayat di Laut, kemudian saya bersama istri saya bergegas menuju ke pantai bersama masyarakat dan kemudian ada yang berteriak dari TKP penemuan mayat bahwa ini Otis adik Saya.

Menurut keterangan dari Bapak Poli yakni saudara kandung dari Almarhum, bahwa Almarhum tidak bisa berenang.

Selanjutnya pada pukul 21.35 WIT, personil piket Polsek Leitimur Selatan turun TKP dan melakukan langkah Kepolisian, dan pada pukul 21.50 WIT, personil kepolisian membawa jenazah dengan menggunakan Mobil angkutan menuju ke Puskesmas rawat inap Negeri Hutumuri.

Adapun pengakuan dari Paulus Haulussy Alias Poli selaku Kaka kandung dari Almarhum Godief Haulussy alias Otis. “dengan ini menolak untuk melakukan Otopsi terhadap adik saya karena dikemudian hari saya Paulus Hulussy Alias Poli dan keluarga tidak akan menuntut permasalahan penemuan mayat tersebut untuk diproses ke jalur Hukum,” ungkapnya.

Tindakan Kepolisian

  • Menerima Laporan Warga
  • Turun ke TKP
  • Melaporkan ke Pimpinan
  • Membawa mayat ke Puskesmas Rawat Inap Negeri Hutumuri
  • Mengamankan Perahu milik Korban dan Celana warga Coklat milik korban
  • Membuat Laporan Segera

Catatan :

  • Dari hasil keterangan visum tidak terdapat adanya unsur kekerasan dalam musibah tersebut yang menimpa Almarhum
  • Almarhum tidak memiliki riwayat penyakit yang mengakibatkan Almarhum meninggal dunia di lautan
  • Menemukan jenaza Almarhum sudah terbujur kaku dan mengapung di permukaan air tidak mengenakan pakaian hanya mengenakan celana pendek yang berwarna coklat,
  • Dari pihak keluarga pun tidak memperlanjut permasalahan ini dan sudah membuat surat keterangan penolakan Autopsi.

(valen)