Warga Temukan Mayat Terapung di Perairan Pulau Mekeang

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Warga Desa Rabutdaiyo, Kecamatan Makeang Pulau, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (29/1/2021) pagi dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas.

Mayat yang yang sudah tidak utuh itu, ditemukan mengapung di laut oleh motoris speedboat Samsul (35 tahun) dan penumpang yang bertolak dari Desa Waigitang menuju Ternate sekira pukul 07.00 WIT pagi tadi.

Samsul menceritakan, seperti biasanya, pagi sebelum bertolak ke Ternate, dia selalu menjemput penumpang dari desa-desa yang ada di Pulau Makian.

Saat menjemput penumpang itulah, Dia melihat benda terapung di laut berwarna putih. Ia pun mendekatkan speedboat ke arah benda tersebut.

Alangkah kagetnya, benda tersebut adalah kerangka manusia yang tinggal separuh tubuh.

Baca Juga  25 Warga Perantau Asal Maluku Utara Diisolasi di Buton Tengah

“Mayatnya sudah tidak diketahui identitas dan jenis kelaminnya karena sudah hancur,” tutur Samsul.

Para awak speedboat langsung mengarah ke Desa Rabutdaiyo untuk melaporkan temuan tersebut.

Di saat bersamaa, dua warga Desa Barumadehe, Nasrul Arman (46 tahun) dan Rahman (25 tahun) hendak melaut dengan longboat berpapasan dengan speedboat Samsul.

Keduanya lalu diberitahu soal temuan mayat tersebut. Bersama, speedboat dan longboat tersebut lantas kembali ke lokasi penemuan mayat.

“Saya bersama teman saya membawa mayat tersebut ke tepi pantai di Desa Rabutdaiyo dan setelah tiba di sana sudah ada Kapolsek Pulau Makian bersama anggota,” kata Nasrul, mengutip tandaseru.com

Kapolsek Pulau Makian IPDA Sukraen H Badar mengungkapkan, saat ini Unit Intel melalui jaringan langsung mengumpulkan bahan keterangan untuk memastikan ada tidaknya laporan orang hilang di Pulau Makian.

Baca Juga  Masuk Daftar 100 Perempuan Tercantik Dunia, Ini 5 Fakta Perjalanan Agnez Mo

“Kita langsung melakukan pengumpulan baket untuk mencari tahu ada laporan kehilangan atau tidak,” tuturnya.

Namun, kata Kapolsek, hasil pulbaket dalam satu bulan belakangan tak ada laporan kehilangan orang di Makian. Identitas mayat pun tak bisa dipastikan karena kondisinya yang telah hancur.

“Kami langsung koordinasi dengan Kepala Desa Rabutdaiyo untuk melakukan pemakaman terhadap mayat tersebut di pekuburan umum Desa Rabutdaiyo,” tandas Sukraen. (red/tsc)